Beredar Isi Pesan Curhat Winda Lorenza Sebelum Meninggal, Keluarga Pertanyakan Klaim Bunuh Diri

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:10 WIB

VoxYouths.com - MEDAN – Tabir kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri dari anggota Polsek Medan Sunggal Bripka IH, kian memicu tanda tanya publik. Di tengah klaim kepolisian yang menyebut Winda murni tewas bunuh diri, beredar tangkapan layar percakapan pesan singkat (chat) milik almarhumah yang mengindikasikan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mengakhiri hidup.

Pesan yang diunggah oleh akun Instagram @sahabatloren pada Jumat (7/8/2026) memperlihatkan curahan hati mendiang terkait keretakan hubungannya dengan sang mantan suami serta rencana masa depannya.

Sering Diusir, Bertahan Demi Anak, dan Siapkan Rencana Usaha

Berdasarkan unggahan pesan tertanggal 28 Juli 2026—beberapa hari sebelum insiden kematiannya—Winda sempat mengeluhkan perlakuan di rumah tempat ia tinggal dan memperlihatkan foto koper serta tas yang mulai dikemas (packing):

  • Kondisi di Rumah: "Lihat cece, aku selalu diusir. Ku tahan selama ini, hanya aku bawa dan telan ludah. Begitu aku sudah enggak bisa toleransi dan bersikap, sekarang dia kunci kamar," tulis mendiang.

  • Khawatirkan Anak: Mendiang mengaku ragu untuk langsung pergi karena memikirkan masa depan dan persekolahan anak-anaknya. "Sekolahnya yang penting, kalau aku di luar jadi gelandangan pun bisa aku tahan," ungkapnya dalam pesan lain.

  • Memiliki Rencana Hidup Baru: Pada percakapan tertanggal 26 Juni 2026, Winda bahkan berencana mengajak temannya membuka usaha di kota lain segera setelah rumahnya laku terjual.

Fakta rencana masa depan tersebut membuat pihak keluarga makin menyangsikan narasi bahwa korban memilih untuk mengakhiri hidupnya secara mendadak.

Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan

Sebelumnya, Winda ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak di kepala di dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Kompleks Perumahan Bumi Asri, Medan, pada Senin (3/8/2026). Polisi menyebut korban diam-diam mengambil pistol jenis revolver milik Bripka IH untuk bunuh diri dan menyatakan tidak menemukan tanda kekerasan lain.

Namun, temuan fisik pada jasad korban memicu reaksi keras dari keluarga. Menemukan sejumlah luka lebam, memar, dan bekas luka di tubuh Winda saat di rumah duka, pihak keluarga resmi membuat laporan ke Polda Sumatera Utara pada Kamis (6/8/2026) malam atas dugaan pidana pembunuhan.

"Kejanggalan muncul saat jenazah dibawa ke rumah duka, banyak luka lebam maupun sayatan. Kami berharap laporan ini membuka tabir penyebab pasti kematian Winda," tegas kuasa hukum keluarga, Paul JJ Tambunan.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X