VoxYouthx.com - JAKARTA – Nama advokat Mohamad Ali Nurdin dan Don Ritto menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan dinamika penanganan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Dalam konstruksi kasus tersebut, Kejagung menduga sosok Nurman Hermin bertindak sebagai gatekeeper atau pengelola aset hasil tindak pidana Febrie yang ditengarai berkaitan pula dengan Ali Nurdin. Nama Ali Nurdin bahkan sempat masuk dalam pemetaan jaringan komunikasi oleh penyidik Kortastipidkor Polri.
Kendati demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menetapkan Ali Nurdin maupun Don Ritto sebagai tersangka atau pihak yang terlibat tindak pidana.
Bantah Tegas Kenal Samin Tan dan Staf khusus Menteri
Menanggapi narasi yang beredar, Ali Nurdin memberikan bantahan tegas. Ia menepis isu yang menyebut dirinya pernah meminta uang kepada pengusaha Samin Tan maupun bertemu dengan yang bersangkutan bersama seorang staf khusus menteri.
"Tidak pernah komunikasi dengan siapa pun terkait Samin Tan, tidak kenal sama sekali," tegas Ali Nurdin saat memberikan klarifikasi kepada wartawan.
"Dan saya tidak kenal sama sekali dengan staf khusus menteri yang disebut itu," lanjutnya.
Rekam Jejak Ali Nurdin: Dari Pengacara Nadiem hingga Ketua Peradi
Ali Nurdin merupakan advokat senior yang memulai kariernya sejak tahun 2002. Berikut rekam jejak singkatnya:
-
Pendidikan: Lulusan STH Bandung (2000), Magister Kenotariatan Unpad (2003), serta Magister Hukum Pidana Universitas Langlangbuana (2006).
-
Organisasi & Kantor Hukum: Pendiri Law Office Mohamad Ali Nurdin & Partners serta menjabat sebagai Ketua DPC Peradi Bandung periode 2023–2028.
-
Perkara Menarik Perhatian: Pernah menjadi tim kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dalam kasus pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
Foto Kedekatan dengan Jaksa Agung Merekah di Media Sosial
Sorotan terhadap Ali Nurdin kian mencuat setelah sejumlah unggahan foto di media sosial memperlihatkan kedekatannya dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Ali diketahui pernah menghadiri acara silaturahmi pascapelantikan Burhanuddin pada 2019. Selain itu, keduanya terekam berada dalam kegiatan komunitas sepeda motor Kobar Motorcycle, di mana Burhanuddin bertindak sebagai pembina.
Meski kedekatan sosial tersebut ramai dibahas warganet, belum ada bukti atau pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang mengaitkan hubungan personal tersebut dengan proses penanganan perkara hukum tertentu.
Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan dan kejelasan resmi dari Kortastipidkor Polri, Kejaksaan Agung, maupun lembaga penegak hukum terkait status pihak-pihak yang terseret dalam narasi tersebut.***