Profil Tian Ngantung, Pembalap Drag Race Kotamobagu yang Tabrak Penonton hingga 8 Orang Tewas

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Senin, 10 Agustus 2026 | 22:20 WIB

VoxYouths.com - KOTAMOBAGU – Sosok pembalap Tian Ngantung menjadi sorotan publik usai mobil Honda Jazz yang dikendarainya hilang kendali (crash) dan menghantam kerumunan penonton dalam ajang drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut). Insiden maut tersebut mengakibatkan 17 orang menjadi korban, dengan rincian 8 penonton meninggal dunia dan 9 lainnya luka-luka.

Tian sendiri turut mengalami luka serius dan saat ini dirujuk ke rumah sakit di Manado dengan kondisi wajah terbebat perban.

Siapa Tian Ngantung?

Tian Ngantung merupakan pembalap yang memperkuat tim Pangeran 05 Mc Joe dalam kejuaraan drag race Kotamobagu 2026.

  • Kategori Lomba: Bertanding di kelas Free For All (FFA)—kategori yang memberikan kebebasan modifikasi spesifikasi kendaraan yang lebih tinggi dibanding kelas standar.

  • Kendaraan: Menggunakan unit mobil Honda Jazz yang dimodifikasi untuk balap trek lurus.

Kronologi Tragedi di Garis Finis

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kecelakaan terjadi saat kendaraan yang dikemudikan Tian melaju kencang mendekati dan melewati garis finis:

  1. Memasuki Area Pengereman: Mobil melaju ke area pengereman (braking zone) yang berjarak sekitar 100 meter usai garis finis.

  2. Ban Selip: Mobil mengalami selip ban, hilang kendali, lalu keluar dari marka jalan lintasan.

  3. Menghantam Penonton: Kendaraan meluncur deras ke arah sisi luar arena dan menabrak belasan penonton yang berdiri di area pembatas.

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pembalap dan Panitia

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah membuka penyelidikan menyeluruh untuk mengusut penyebab pasti kecelakaan, kelayakan sistem pengamanan arena, hingga legalitas penyelenggaraan.

"Pembalapnya pastinya akan kami periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan dan sudah dirujuk ke Manado," terang Ahmad, Senin (10/8/2026).

Penyelidikan berfokus pada evaluasi pembatas arena (barrier), kondisi teknis kendaraan, serta pemanggilan pihak panitia penyelenggara lomba drag race tersebut.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X