707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Makanan Basi MBG, Dinkes Hentikan Sementara Distribusi

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22:20 WIB
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Makanan Basi MBG, Dinkes Hentikan Sementara Distribusi
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Makanan Basi MBG, Dinkes Hentikan Sementara Distribusi

VoxYouths.com - SEMARANG – Kasus keracunan massal diduga imbas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) melanda puluhan siswa dan guru di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. Ratusan warga sekolah dilaporkan mengalami gejala medis usai mengonsumsi makanan yang diduga sudah basi pada Jumat (31/7/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pendataan awal per Sabtu (1/8/2026), total ada 707 orang yang terdampak.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Hakam dalam keterangannya.

Penanganan Medis: 9 Orang Dirujuk ke RS dan Puskesmas

Sebagian besar korban penanganannya dilakukan langsung di area sekolah, sementara korban dengan gejala lebih berat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan penunjang.

  • Penanganan di Sekolah: 689 orang.

  • Dirujuk ke Faskes: 9 orang (dirawat di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu).

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya," tegas Hakam.

Uji Laboratorium dan Penghentian Sementara Operasional Dapur

Dinkes Kota Semarang telah mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi serta mengambil sampel sisa makanan dan spesimen korban guna diuji di laboratorium.

Guna mencegah risiko susulan, pihak dinas menghentikan sementara operasional distribusi makanan dari penyedia terkait.

"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," jelas Hakam.

Dinkes mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil uji laboratorium resmi mengenai penyebab pasti keracunan massal tersebut.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X