VoxYouths.com - WAINGAPU – Unggahan video yang memperlihatkan aksi penggerebekan di Rumah Dinas (Rumdin) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @sumbarkareh_id tersebut menarasikan adanya dugaan praktik kumpul kebo di fasilitas dinas tersebut.
Dalam video itu, sejumlah petugas berseragam mendatangi rumah dinas dan mendapati seorang perempuan berada di dalam kamar.
Saat diinterogasi, perempuan berinisial J (19) asal Balige, Sumatera Utara, tersebut mengaku sudah tinggal di rumdin selama dua minggu. Ia mengklaim memiliki hubungan sebagai "adik angkat" dari sang Kalapas.
Namun, ketika dicecar mengenai kepatutannya menginap dan tidur satu kamar dengan Kalapas yang telah beristri, perempuan tersebut menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan petugas.
Diduga Rekaman Lama Kasus Mantan Kalapas 2024
Meski ramai diperbincangkan, video tersebut disinyalir merupakan dokumentasi lama yang diunggah ulang. Hal ini diperkuat oleh sejumlah kejanggalan pada narasi dan identitas pejabat yang disebut:
-
Inisial Pejabat: Dalam rekaman, petugas terdengar menyebut nama Kalapas berinisial R. Posisi ini merujuk pada RB, mantan Kalapas Waingapu yang telah dicopot dari jabatannya sejak November 2024 akibat konflik internal dengan bawahannya.
-
Pejabat Saat Ini: Kalapas Waingapu yang menjabat saat ini adalah Gidion S. Paly.
-
Seragam Petugas: Warganet di kolom komentar turut menyoroti seragam abu-abu yang dikenakan para petugas dalam video, yang merupakan seragam dinas lama sebelum adanya perubahan kementerian dan atribut resmi.
"Ini video lama tahun 2024. Seragamnya aja udah ganti, kementerian juga udah ganti. Dulu dicopot juga karena Kalapas itu konflik sama staf-stafnya. Yang gerebek juga stafnya sendiri," tulis akun @sai***********l di kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Waingapu maupun instansi terkait belum memberikan respons atau klarifikasi resmi mengenai kembali maraknya video tersebut.***