VoxYouths.com - SURABAYA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mencobai langsung proses pendaftaran Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Ia menilai sistem baru berbasis pengenalan wajah (face recognition) ini sebagai langkah cerdas untuk menciptakan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih adil dan efisien.
"Saya tadi mencoba sendiri melihat bagaimana proses pendaftaran itu dilakukan. Rasanya luar biasa, sangat canggih. Kita bisa menggunakan teknologi kekinian, face recognition," kata Qodari dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Cara Kerja Aplikasi: Integrasikan Data Listrik hingga Kendaraan
Proses validasi penerima bansos dilakukan secara cepat dan akurat melalui integrasi data antar-lembaga:
-
Input NIK & Biometrik: Petugas memasukkan NIK dari KTP warga, lalu sistem memverifikasi identitas lewat pemindaian wajah.
-
Kroscek Otomatis: Sistem langsung mencocokkan data pribadi dengan basis data dari setidaknya 8 kementerian/lembaga melalui Digital Public Infrastructure.
-
Penilaian Kelayakan: Sistem membaca indikator ekonomi warga secara otomatis—seperti daya listrik (PLN), kepemilikan kendaraan (Kepolisian), hingga kepemilikan tanah (ATR/BPN).
"Dari PLN terlihat penggunaan dayanya, dari kepolisian diketahui kendaraan yang dimiliki, dari ATR/BPN terlihat lahannya. Jadi yang memberikan jawaban adalah sistem, tidak ada lagi subjektivitas," tegas Qodari.
Buka Ruang Sanggah & Disiapkan 60 Ribu Agen Pendamping
Selain mengeliminasi penilaian subjektif, portal Perlinsos juga menyediakan fitur sanggahan digital jika warga merasa data kepemilikannya tidak sesuai.
Masyarakat yang sudah mengantongi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat mengakses portal ini secara mandiri. Bagi warga yang belum memiliki IKD atau terkendala literasi digital, Kementerian Sosial bersama kementerian terkait menyiagakan 60.000 agen pendamping di berbagai daerah untuk membantu proses pendaftaran.
Tiga fondasi utama Digital Public Infrastructure yang menopang portal Perlinsos ini meliputi:
-
Identitas digital & biometrik untuk verifikasi keaslian pemohon.
-
Sistem Penghubung Layanan Pemerintah guna pertukaran data kependudukan, ketenagakerjaan, aset, dan listrik.
-
Pembayaran digital agar proses penyaluran bansos berlangsung cepat dan transparan.***
Artikel Terkait
Tinjau Digitalisasi Bansos di Surabaya, Bakom RI: 51 Ribu KK Layak Akhirnya Terjaring