news

BGN Ancam Tutup Permanen 950 Dapur Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak Higiene dan Sanitasi

Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:20 WIB

VoxYouths.com - JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas pengelola dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar kelayakan kesehatan. Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan terdapat sekitar 950 dapur pengelola MBG yang terindikasi bermasalah dari sisi higiene dan sanitasi.

Pemerintah menegaskan tidak akan segan menindak hingga menutup operasional dapur-dapur tersebut secara permanen demi menjamin keselamatan para penerima manfaat.

"Sampai sejauh ini, kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higienis," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Jadi Syarat Mutlak

BGN menegaskan bahwa kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan kriteria utama yang tidak bisa ditawar bagi setiap dapur mitra MBG.

  • Syarat Mutlak: SLHS bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan standar keamanan wajib. Dapur yang tidak memenuhi standar sanitasi dan higiene akan langsung disuspensi permanen.

  • Tenggat Waktu: BGN memberikan batas waktu hingga 10 Agustus 2026 bagi dapur yang telah beroperasi lama untuk melengkapi dan mengurus SLHS di Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat.

"SLHS ini bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak. Mau sebagus apa pun dapur tersebut, jika secara higienis dan sanitasinya tidak layak, kami tutup dapurnya secara permanen," tegas Sudaryono.

Mekanisme Skema Suspensi Otomatis Berbasis Sistem

Guna memperketat pengawasan di lapangan, BGN menerapkan skema sanksi administratif atau suspensi berbasis sistem sesuai tingkat pelanggaran:

  1. Suspensi Ringan: Penutupan sementara selama 10 hari.

  2. Suspensi Sedang: Penutupan sementara selama 20 hari.

  3. Suspensi Berat: Penutupan sementara selama 30 hari.

  4. Suspensi Permanen: Penutupan total dan pencabutan izin bagi dapur yang berisiko tinggi.

Sudaryono menekankan bahwa pengetatan standar kelayakan ini sangat krusial karena berdampak langsung pada kualitas makanan, kesehatan, dan keselamatan jiwa anak-anak penerima manfaat program MBG.***

Terkini