VoxYouths.com - ENDE – Tangis haru anggota Pramuka Penggalang berprestasi asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat terancam gagal berangkat menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII di Jakarta akibat kendala biaya, akhirnya membuahkan hasil manis.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan para siswa pelopor juara debat tersebut menangis di hadapan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @undercover.id pada Jumat (7/8/2026).
"Bapak, kami mau ikut Jambore, tolong kami," tangis seorang peserta penggalang dalam rekaman tersebut.
Sempat Batal Berangkat akibat Ketiadaan Ongkos
Ketua Kwarda NTT Sinun Petrus Manuk mengonfirmasi bahwa kontingen Ende sempat dihinggapi ketidakpastian tinggi lantaran belum dialokasikannya anggaran Keberangkatan oleh pemerintah daerah setempat.
Padahal, para siswa penggalang dari Kabupaten Ende tersebut berhasil mengukir prestasi membanggakan sebagai Juara 1 Debat Forum Penggalang Tingkat Provinsi NTT.
-
Ancaman Digantikan: Akibat ketiadaan pembiayaan, rombongan yang terdiri dari sekitar 40 orang (peserta, pimpinan kontingen, pembina, hingga pendamping) terancam digantikan oleh perwakilan kabupaten lain.
-
Sempat Dipulangkan: Karena tak kunjung mendapatkan jaminan ongkos jalan, rombongan terpaksa dipulangkan terlebih dahulu dari Kupang menuju Ende pada Senin (3/8/2026).
Kolaborasi Pemkab Ende dan Orang Tua Kumpulkan Dana
Isu keterbatasan anggaran yang viral tersebut memicu gelombang simpati publik serta respons cepat dari pemangku kepentingan daerah. Pemerintah Kabupaten Ende bergerak cepat melakukan koordinasi lintas pihak bersama para orang tua peserta.
Hasil kolaborasi dan penggalangan dukungan dana darurat tersebut akhirnya memastikan seluruh rombongan kontingen Ende tetap diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan Buperta Cibubur, Jakarta.
"Mereka akhirnya bisa bergabung kembali untuk mengikuti Jambore Nasional," tegas Sinun Petrus Manuk dalam peryataannya, Kamis (6/8/2026).
Evaluasi Perencanaan Anggaran Kepanduan
Sinun berharap insiden yang dialami para siswa berprestasi asal Ende ini tidak terulang kembali di masa depan. Ia mendorong agar perencanaan anggaran kegiatan kepanduan di tingkat daerah dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari.
Langkah ini penting dilakukan agar bakat, potensi, serta prestasi generasi muda di daerah tidak terkendala oleh masalah administratif dan ketiadaan pembiayaan.***