VoxYouths.com - JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (sains dan teknologi) merupakan fondasi utama bagi kemajuan pesat suatu bangsa. Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat menerima jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/8/2026) sore.
Guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global, pemerintah berkomitmen memperkuat investasi di sektor pendidikan dan riset nasional.
"Bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sains dan teknologi," tegas Presiden Prabowo.
Langkah Strategis: Sekolah Unggulan Berstandar Internasional
Sebagai langkah konkret perbaikan kualitas pendidikan dasar dan menengah, Presiden mengumumkan rencana pembangunan sekolah-sekolah unggulan yang dirancang khusus untuk menjaring siswa-siswa terbaik dari seluruh pelosok tanah air.
-
Kurikulum Standar Dunia: Sekolah unggulan ini akan mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB).
-
Target Lulusan: Memastikan lulusan memiliki kualifikasi yang sejajar dengan standar global sehingga mampu menembus universitas ternama dunia.
-
Perbaikan Fisik: Selain sekolah unggulan, pemerintah juga berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas fisik sekolah secara menyeluruh di berbagai daerah.
"Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum International Baccalaureate (IB). Dia harus sama dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia," ujar Presiden.
Kerja Sama dan Investasi Jangka Panjang Perguruan Tinggi
Selain di jenjang sekolah menengah, Presiden Prabowo mendorong kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dalam negeri dengan kampus-kampus kelas dunia, baik melalui skema joint program maupun Kerjasama Operasional (KSO).
Presiden menekankan pentingnya melihat kondisi objektif serta tantangan pendidikan nasional saat ini agar pembenahan dapat dilakukan secara tepat sasaran demi masa depan bangsa.
"Kita undang universitas-universitas terbaik di dunia bekerja sama dengan universitas-universitas di sini. Ini merupakan investasi jangka panjang," tutupnya.***