VoxYouths.com - PINRANG – Sebuah mobil ambulans milik RSUD Madising menyenggol seorang anak laki-laki berusia 10 tahun saat melintasi jalur pawai karnaval HUT ke-81 RI di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Insiden yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) sore tersebut sempat menghebohkan warga sekitar hingga sopir ambulans nyaris diamuk massa sebelum akhirnya dilerai oleh petugas TNI-Polri. Video rekaman kejadian itu viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @feed_jakarta, Kamis (13/8/2026).
Kronologi Kejadian: Korban Menyeberang di Jalur Sempit
Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Agusnawan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika mobil ambulans melaju di tengah padat dan sempitnya kerumunan penonton karnaval.
-
Penyeberang Jalan: Korban yang sedang menyaksikan pawai bersama warga lainnya tiba-tiba menyeberang jalan saat mobil ambulans berpelat dinas tersebut melintas kencang.
-
Insiden Tabrakan: Benturan tak terelakkan membuat anak berusia 10 tahun tersebut tertabrak hingga memicu reaksi emosional dari warga di sekitar lokasi.
-
Pengamanan Petugas: Personel TNI-Polri yang berada di TKP langsung sigap mengamankan pengemudi dan kendaraan sehingga situasi dapat terkendali.
Polisi Sebut Ambulans Bawa Pasien Darurat
Hasil pemeriksaan kepolisian mengonfirmasi bahwa pengemudi ambulans, Taufiq Amir, saat itu tengah menjalankan tugas mendesak mengantar pasien rujukan.
"Pengemudi ambulans sedang membawa pasien darurat ibu hamil yang hendak dirujuk ke RSUD Lasinrang," ungkap Agusnawan, Kamis (13/8/2026).
Korban Rawat Jalan dan Sepakat Berdamai
Korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah mendapat tindakan dari tim medis, kondisi korban dinyatakan membaik dan diizinkan pulang ke rumah.
Pihak kepolisian telah menengahi mediasi antara pengemudi ambulans dan keluarga korban. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
"Pengemudi mobil ambulans telah dimintai keterangan dan melakukan audiensi dengan pihak keluarga korban. Mereka sepakat berdamai," tutup Agusnawan.***