Disorot Para Dokter Soal Konten Beda Diagnosis Usus Buntu di Penang, Selebgram Fahira Amira Buka Suara

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:30 WIB

VoxYouths.com - JAKARTASelebgram Fahira Amira menjadi sorotan tajam warganet dan kalangan dokter usai mengunggah konten perbandingan diagnosis medis antara rumah sakit di Indonesia dan Penang, Malaysia. Dalam kontennya, Fahira mengaku sempat didiagnosis usus buntu (appendicitis) oleh dokter di tiga rumah sakit Indonesia sebelum akhirnya mendapat diagnosis berbeda di Penang.

Usai memicu polemik dan permintaan penjelasan dari komunitas medis, Fahira melayangkan klarifikasi dan permohonan maaf melalui unggahan video terbarunya.

"Sebelumnya aku minta maaf kalau ada pihak yang tersinggung dengan cerita ini. Aku ingin menegaskan bahwa apa yang aku sampaikan murni pengalaman pribadi, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun," ujar Fahira, Rabu (12/8/2026).

Kronologi Pemeriksaan Medis dan Second Opinion

Fahira membeberkan kronologi awal saat ia mengalami demam tinggi, nyeri perut kanan, dan muntah-muntah.

  • Pemeriksaan di Indonesia: Berdasarkan hasil USG di Indonesia, ukuran appendix (usus buntu) tercatat 8,1 mm sehingga ia disarankan untuk segera menjalani tindakan operasi guna mencegah risiko usus pecah.

  • Pemeriksaan di Penang: Fahira memilih mencari pendapat kedua (second opinion) ke Island Hospital, Penang, Malaysia. Namun, hasil CT scan di sana menunjukkan appendix tampak normal tanpa tanda peradangan, serta tidak ditemukan masalah usus buntu melainkan penumpukan kotoran (fecal impaction).

"USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada peradangan," ungkapnya.

Tuntutan Organisasi Nalar Rawat dan Dugaan Endorsement

Penjelasan Fahira ditanggapi oleh organisasi kesehatan Nalar Rawat. Pihaknya melayangkan tuntutan klarifikasi terbuka serta meminta transparansi rekam medis dan linimasa pemeriksaan dari tiga rumah sakit di Indonesia.

Selain itu, Nalar Rawat meminta kejelasan terkait dugaan adanya potensi kerja sama komersial dalam unggahan video pertama:

  1. Transparansi Kerja Sama: Mengklarifikasi ada tidaknya hubungan endorsement, sponsorship, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau kerja sama lain dengan pihak Island Hospital.

  2. Batas Waktu: Nalar Rawat memberikan tenggat waktu 3x24 jam sejak surat disampaikan untuk menerima tanggapan resmi yang substantif dari Fahira.

Fahira mengimbau masyarakat untuk tidak ragu bertanya dan mencari second opinion jika diperlukan, mengingat setiap kondisi fisik dan hasil pemeriksaan pasien dapat bervariasi.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X