Viral Penumpang Dikeluarkan dari Transjakarta di Kampung Melayu akibat Bau Badan Menyengat, Manajeman Minta Maaf

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:10 WIB

VoxYouths.com - JAKARTA – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang penumpang diturunkan secara paksa oleh petugas bus Transjakarta viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (3/8/2026).

Video yang diunggah akun Instagram @jktinfo24jam pada Selasa (4/8/2026) memperlihatkan petugas perempuan yang berupaya membujuk seorang penumpang pria di kursi belakang agar bersedia keluar dari armada bus.

"Bapak turun dulu, Pak. Turun dulu yuk, nanti ada komplain dari yang lain. Mohon maaf ya, Pak," ujar petugas tersebut sambil menawarkan bantuan membawa barang bawaan sang penumpang.

Penjelasan PT Transjakarta: Tindakan Berdasarkan Aduan Pelanggan

Menanggapi polemik yang ramai diperbincangkan netizen, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa tindakan petugas di lapangan dipicu oleh aduan dari pelanggan lain di dalam bus.

"Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi, karena bau yang sangat menyengat. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami," kata Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Penumpang Diduga Tunawisma, Diserahkan ke Dinas Sosial

Ayu mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran informasi di lapangan, penumpang yang diturunkan tersebut disinyalir merupakan seorang tunawisma.

Guna memastikan penanganan yang layak dan manusiawi, Transjakarta langsung berkoordinasi dengan instansi terkait:

  • Penanganan Lanjutan: Berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta agar penumpang tersebut mendapatkan bantuan serta penampungan yang tepat.

  • Evaluasi Internal: Manajemen berjanji memperketat evaluasi Standard Operating Procedure (SOP) dan melatih sensitivitas para petugas lapangan agar tetap mengedepankan aspek kemanusiaan tanpa mengabaikan kenyamanan publik.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X