Mengenal Siklon Tropis: Si Badai Raksasa yang Bisa Bertahan 18 Hari, Begini Faktanya!

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Minggu, 2 Februari 2025 | 19:16 WIB
Ilustrasi siklon tropis, sebuah fenomena alam yang ekstrem (pexels.com/@pixabay)
Ilustrasi siklon tropis, sebuah fenomena alam yang ekstrem (pexels.com/@pixabay)

 

Voxyouths.com - Hai, Voxyours! pernah denger tentang siklon tropis?

Nah, ini tuh bukan badai biasa, tapi badai yang super gede!

Bibit siklon tropis ini adalah cikal bakal badai yang bisa bikin cuaca jadi nggak karuan.

BMKG selalu waspada soal ini, apalagi kalau bibit siklon tropis mulai terbentuk di Samudera Hindia atau Laut China Selatan.

Hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi, bisa terjadi kalau bibit siklon tropis berkembang jadi siklon tropis beneran.

Yuk kita bahas gimana proses terbentuknya siklon tropis dan apa dampaknya buat cuaca di Indonesia.

Apa itu Siklon Tropis?

Siklon tropis itu bukan badai biasa. Bayangin aja, radiusnya bisa mencapai 150 sampai 200 kilometer.

Siklon tropis ini lahir di lautan yang luas dengan suhu air yang hangat, minimal 26,5 derajat Celcius.

Anginnya? Wah, kenceng banget! Di dekat pusatnya bisa nyampe 63 km/jam lebih.

Secara teknis, siklon tropis ini berawal dari sistem tekanan rendah yang berkembang di atas perairan hangat, dengan pola awan konvektif dan kecepatan angin setidaknya 34 knot.

Biar bisa disebut siklon tropis, badai ini juga harus bertahan minimal enam jam.

Baca Juga: TMC Gak Selalu Jadi Solusi! Ini 3 Alasan yang Bikin Teknologi Modifikasi Cuaca Malah Berbahaya

Yang unik nih, di tengah-tengah siklon tropis kadang ada area yang namanya 'mata siklon'.

Di sini anginnya justru lebih kalem dan nggak ada awannya.

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: BMKG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X