Heboh! Skandal Pertamax Oplosan: Konsumen Kecewa, BPKN Buka Suara!

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Rabu, 26 Februari 2025 | 22:01 WIB
Potret Dirut Pertamina sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah, Riva Siahaan (tengah paling depan).  ((Dok. Pertamina Patra Niaga))
Potret Dirut Pertamina sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah, Riva Siahaan (tengah paling depan). ((Dok. Pertamina Patra Niaga))

VoxYouths.Com - VoxYours, lagi rame nih di media sosial soal kasus Pertamax oplosan! Kali ini yang bikin heboh adalah Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga yang baru aja ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi.

Kasusnya nggak main-main, soal tata kelola minyak mentah dan produksi kilang Pertamina dari 2018 sampai 2023!

Modusnya gimana sih? Menurut Abdul Qohar dari Kejagung, Riva ketahuan main-main sama spek minyak nih.

Baca Juga: Viral! Benarkah Pertamax yang Kita Pakai Selama Ini Hasil Oplosan?

Jadi ceritanya, dia beli Ron 90 (Pertalite) tapi ngakunya beli Ron 92 (Pertamax). Terus, minyaknya di-blending di storage/depo biar jadi Ron 92. Padahal ini nggak boleh banget lho!

Nah, BPKN RI yang dipimpin Mufti Mubarok langsung angkat bicara. Menurutnya, kalau kasus ini beneran terbukti, wah... konsumen Pertamina bisa rugi besar!

Soalnya ini udah ngelanggar hak konsumen banget. Bayangin, kita bayar harga Pertamax tapi dapetnya Pertalite yang di-upgrade!

 Baca Juga: Deretan Petinggi Pertamina Terjerat Kasus Korupsi, Anak 'Papa Minta Saham' Terseret Mega Skandal Rp193 T di Pertamina

Yang bikin menarik, ternyata konsumen nggak perlu diem aja! Kata Mufti, warga bisa kok nuntut ganti rugi ke Pertamina.

Bisa gugat bareng-bareng alias class action, karena kerugiannya sama. Bahkan pemerintah juga bisa ikutan gugat lho!

BPKN juga nggak main-main nih. Mereka minta:

  • Kasus diusut tuntas
  • Pelaku dihukum seberat-beratnya
  • Pertamina harus transparan soal kualitas BBM
  • Pertamina wajib tanggung jawab atas kerugian konsumen
  • Sistem pengawasan dan distribusi BBM harus dievaluasi total

Baca Juga: Geger! Mega Korupsi Rp150 M di Disbud Jakarta Terbongkar, Ratusan Stempel Palsu Ditemukan

Yang lebih nyesek, dengerin curhatnya warga yang kena dampak. Tre Ikhwan (42), penjual kopi di Ulah Coffee Cilamaya Wetan, Karawang, curhat soal pengalamannya antre panjang di pom bensin. "Kalau tau begini, ngapain saya antre panjang? Kan sama-sama Pertalite," katanya kecewa.

Aji Setiawan (37), tukang es krim keliling 'Eskita Eskrim' juga ngeluh: "Ini jelas berdampak buat kami pedagang kecil. Buat jalanin usaha butuh kendaraan, kendaraan butuh BBM. Koruptor seenaknya aja bohongin kami, dampaknya nyata buat kesejahteraan!"

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Kejaksaan RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X