Meski udah gabungin dua perusahaan besar, Gojek dan Tokopedia, tapi mereka masih aja merugi.
Fakta Mencengangkan GOTO
- Akumulasi rugi: Rp 209,7 triliun (itu lebih dari GDP beberapa negara lho!)
- Terus merugi sejak didirikan
- Harga saham anjlok dari Rp 270-an ke Rp 50-an
VoxYours jadi mikir, apa yang sebenernya terjadi di balik layar GOTO?
Baca Juga: Bertarung Sesama Diler BMW di Indonesia: Rahasia BMW Astra Tetap Jaya
Kenapa perusahaan sebesar ini masih belum bisa profit?
Apa Dampaknya Buat Kita?
VoxYours mungkin berpikir, "Ah, ini kan urusan perusahaan besar. Apa hubungannya sama gue?"
Nah, sebenernya ini penting banget buat kita semua.
- Telkomsel itu BUMN, artinya milik negara. Kalo rugi, yang rugi rakyat juga.
- GOTO itu aplikasi yang kita pake sehari-hari. Kalo mereka kolaps, bisa-bisa layanannya terganggu.
- Ini bisa jadi pelajaran buat kita semua tentang investasi dan manajemen keuangan.
Apa Selanjutnya?
IFW udah minta penegak hukum untuk usut tuntas kasus ini.
Mereka pengen tau:
- Apakah ada konflik kepentingan dalam investasi ini?
- Kenapa Telkomsel berani investasi begitu besar di perusahaan yang terus merugi?
- Adakah indikasi fraud atau manipulasi?
VoxYouths.com bakal terus pantau perkembangan kasus ini.
Kita nggak cuma pengen tau endingnya, tapi juga belajar dari prosesnya.
Inilah pentingnya melek finansial, VoxYours!
Jadi, apa pendapat VoxYours tentang kasus Telkomsel yang merugi di GOTO ini?
Share di kolom komentar ya! Dan jangan lupa, tetap cerdas dalam berinvestasi.
Kalo Telkomsel aja bisa kena, apalagi kita-kita ini. Stay smart, stay curious, VoxYours!***
Artikel Terkait
Starlink Bakal Bayar Rp23 Miliar per Tahun untuk BHP ISR, Kok Beda sama BHP Seluler?
Produk Umpan BAM Adun Mancing: Rahasia Sukses Para Pemancing PRO
Memahami Major Trend, Primary Trend, dan Main Trend dalam Investasi: Panduan Singkat untuk Pemula
Pemerintah Berencana Naikan Bea Masuk 200 Persen Untuk Produk Tekstil China, Solusi atau Bumerang bagi Ekonomi Indonesia?