Starlink Bakal Bayar Rp23 Miliar per Tahun untuk BHP ISR, Kok Beda sama BHP Seluler?

Photo Author
Gilang Wikra Putra, Vox Youths
- Senin, 24 Juni 2024 | 17:40 WIB
Starlink Akan Membayar BHP ISR sekitar 23 Miliyar Per Tahun, kenapa? Baca artikel ini yuk. (Kominfo)
Starlink Akan Membayar BHP ISR sekitar 23 Miliyar Per Tahun, kenapa? Baca artikel ini yuk. (Kominfo)

VoxYouths.com - Bro, sis, ada kabar terbaru nih soal Starlink yang lagi rame dibicarain.

Ternyata, mereka bakal bayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio berdasarkan Izin Stasiun Radio (ISR) sekitar Rp23 Miliar per tahun.

Bukan Rp2 Miliar kayak yang sempat beredar di media.

Ini info langsung dari Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo.

Baca Juga: Apa Tujuan dan Misi Starlink? lebih Dari Sekedar Internet?

Kenapa sih harus bayar BHP?

Jadi gini, BHP ini dasarnya dari Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2023.

Peraturan ini nggak cuma berlaku buat Starlink doang, tapi semua penyelenggara satelit di Indonesia.

Jadi, nggak ada tuh istilah pilih kasih atau diskriminasi.

Terus, kok beda sama BHP Seluler?

Nah, ini yang menarik. BHP Seluler itu beda cerita sama BHP Satelit. Bedanya apa?

BHP Seluler (IPFR):

  • Sifatnya eksklusif
  • Satu pita frekuensi cuma buat satu pemegang izin
  • Berlaku untuk satu wilayah layanan
  • Bisa dikasih izin maksimal 10 tahun

BHP Satelit (ISR):

  • Nggak eksklusif
  • Satu pita frekuensi bisa dipakai bareng-bareng sama penyelenggara satelit lain
  • Pakai sistem sharing frekuensi
  • Izin maksimal cuma 5 tahun
  • Khusus satelit asing, ada evaluasi tahunan

Terus gimana cara nentuin harganya?

Untuk BHP ISR, termasuk Starlink, dihitung pakai formula yang udah diatur di PP No. 43 Tahun 2023.

Sedangkan BHP IPFR Seluler, apalagi di awal-awal izin, biasanya ditentuin lewat lelang frekuensi.

Jadi ada kompetisi harga antar calon pemegang izin.

Bagaimana Starlink Direct to Cell?

Eits, jangan salah paham. Menurut Dirjen SDPPI, layanan "direct to cell" dari Starlink belum bisa langsung jalan di Indonesia.

Kenapa? Soalnya belum ada aturan yang ngatur dan bisa bikin gangguan sama frekuensi jaringan seluler yang udah ada.

Halaman:

Editor: Gilang Wikra Putra

Sumber: Kominfo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X