Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri juga mendiskusikan isu-isu ekonomi global yang sedang berkembang.
Salah satu yang dibahas adalah kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat.
"Kami juga membahas situasi ekonomi dunia dan dinamika serta perkembangan kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat kepada berbagai negara dunia," kata Sri.
Sri Mulyani Kagumi Model Pembangunan Infrastruktur China
Salah satu aspek menarik dari kerjasama Indonesia China adalah apresiasi Indonesia terhadap pencapaian pembangunan infrastruktur China.
Sri Mulyani secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap model pembangunan yang diterapkan negeri Tirai Bambu.
"Dunia dapat belajar dari sukses RRT membangun ekonominya melalui pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, dan penerapan prinsip kerja sama," kata Sri Mulyani.
Menteri Keuangan China Lan Fo'an juga memaparkan data ekonomi China yang terbilang positif.
Data-data ini menjadi referensi penting dalam merumuskan strategi kerjasama Indonesia China ke depan.
"Pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada kuartal I-2025, tingkat pengangguran menurun, dan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terkendali di 68 persen," jelasnya.
Kerjasama Indonesia China terus mengalami penguatan melalui berbagai inisiatif strategis.
Pertemuan Sri Mulyani dengan Menteri Keuangan China di Beijing menjadi bukti nyata dari komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral.***
Baca Juga: IFG Lindungi 10.000 UMKM Alfamart: Langkah Konkret Dukung Ekonomi Rakyat
Artikel Terkait
Update Kondisi Kesehatan Jokowi Terbaru: Masih Pemulihan Alergi Kulit Pasca Kunjungan Vatikan
Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah 2029 Pasca Putusan MK: Akhir Era '5 Kotak Suara' di Indonesia
Kenapa MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah 2029? Solusi Atasi Masalah Pemilu Serentak
Nadiem Makarim Dilarang Keluar Negeri 6 Bulan, Kejagung Usut Korupsi Chromebook
Kemenag Gelar Nikah Massal di Masjid Istiqlal: Sediakan Fasilitas Hotel Gratis untuk 100 Pasangan