Penyelidikan pun dilakukan, dan hasilnya benar-benar mengejutkan: ribuan benda berharga ternyata tersimpan di dasar laut Cirebon.
Menurut catatan Pusat Arkeologi Nasional, kapal karam itu menyimpan 314.171 keramik berupa porselen, piring, mangkuk, dan berbagai bentuk lainnya.
Peneliti Eka Asih dalam studinya Keramik Muatan Kapal Karam Cirebon (2016) menyebutkan bahwa jumlah temuan itu sangat fantastis.
Nilai Temuan yang Fantastis: Rp720 Miliar!
Penemuan yang dikenal sebagai Cirebon Wreck ini ditaksir bernilai hingga Rp720 miliar.
Tak heran bila kemudian disebut sebagai salah satu penemuan arkeologi bawah laut terbesar di awal abad ke-21.
Menariknya, sebagian besar keramik yang ditemukan berasal dari China era Dinasti Tang (abad ke-9 hingga ke-10 Masehi).
Pada masa itu, keramik merupakan barang mewah yang diperdagangkan ke berbagai penjuru dunia.
Dengan kata lain, harta karun Cirebon ini adalah bukti kuat adanya hubungan dagang internasional pada masa lampau.
Baca Juga: Diet Tinggi Protein Lagi Hits, Tapi Apakah Protein Berlebihan Bahaya? Simak Hasil Penelitiannya!
Meski isinya banyak berasal dari China, penelitian menunjukkan kapal karam tersebut kemungkinan besar bukan buatan China maupun Arab, melainkan dibuat di Nusantara.
Kesimpulan ini didasarkan pada kesamaan temuan keramik di Cirebon dengan artefak di wilayah Palembang, pusat kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
Dengan begitu, kapal karam Laut Jawa ini bisa jadi adalah kapal Nusantara yang terlibat langsung dalam jaringan perdagangan global.
Lebih dari sekadar keramik, penelitian Michael S. Krzemnick dan tim menemukan 12.000 butir mutiara, ribuan permata, hingga emas dari lokasi yang sama.
Dalam jurnal Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck (2017), Michael menyebut temuan ini sebagai bukti nyata perdagangan global yang sudah berlangsung sejak seribu tahun lalu.
Kini, penemuan kapal karam di Cirebon dikenal luas sebagai Cirebon Wreck.
Artikel Terkait
Marketplace Bakal Jadi Pemungut PPh? Ini Kata Kemenkeu
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Terbaru: 9 Saksi Minta Penundaan Pemeriksaan Polisi 2025
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi: Royalti Lagu Indonesia Raya Sedang Dikaji Bersama Kemenkum
Anwar BAB Bagikan Momen Terakhir dengan Mpok Alpa, Janji Kebaya Pink yang Tak Bisa Ditepati