news

Dugaan Perundungan Berujung Maut Siswa SMP di Pemalang: Polisi Periksa Saksi dan Autopsi Jenazah

Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:22 WIB

VoxYouths.com - PEMALANG – Kepolisian Resor (Polres) Pemalang tengah menyelidiki dugaan kasus perundungan (bullying) yang menewaskan seorang siswa SMP berinisial AAF (13) di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Korban menghembuskan napas terakhir usai sempat menjalani perawatan medis akibat dugaan penganiayaan oleh teman sebayanya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerjunkan tim Dokkes Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

"Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada," ujar Wildan dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Kronologi Penanganan Kasus: Sempat Dirawat Satu Hari di Rumah Sakit

Peristiwa ini mulai ditangani kepolisian usai Polsek Randudongkal menerima laporan duka pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

  • Pemeriksaan Awal: Petugas Satreskrim Polres Pemalang dan Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka korban di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, untuk meminta keterangan awal dari pihak keluarga.

  • Perawatan Medis: Berdasarkan data kepolisian, korban AAF sempat dirawat selama satu hari di Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi Periksa Teman Korban hingga Tim Dokter

Guna mengusut tuntas dugaan kekerasan fisik tersebut, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci, meliputi:

  1. Rekan-rekan sekolah/sebaya korban yang diduga mengetahui insiden tersebut.

  2. Tim dokter RS Mardhatillah yang memberikan penanganan medis awal saat korban dirawat.

  3. Orang tua dan keluarga korban.

Hingga saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan intensif sembari menunggu hasil resmi rekam medis autopsi dari tim Dokkes Polda Jateng.***

Tags

Terkini