VoxYouths.com - BANYUWANGI – Komitmen Polresta Banyuwangi dalam menjaga kekayaan laut nusantara kembali membuahkan hasil. Tim Reaksi Cepat (URC) Macan Blambangan Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil menggagalkan penyelundupan 23.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) ilegal jenis pasir dengan potensi kerugian negara mencapai Rp3,45 miliar.
Dalam operasi penindakan presisi tersebut, polisi mengamankan puluhan ribu bibit lobster yang dikemas rapi dalam 5 box styrofoam beroksigen, 1 unit kendaraan operasional, serta menangkap tiga orang tersangka.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan penyelidikan lapangan. Jaringan ini mengumpulkan benih lobster dari penyuplai lokal menggunakan modal ratusan juta rupiah dari pasar gelap.
Rencananya, benih lobster tersebut akan dikirim ke Banten mendekati area bandara sebelum diselundupkan ke luar negeri melalui jalur udara.
Kapolresta Banyuwangi melalui Kasat Reskrim Kompol Lanang Teguh Pambudi menegaskan penindakan ini merupakan langkah nyata dalam mengawal kebijakan moratorium pemerintah.
"Penindakan ini adalah bentuk komitmen tegas Polresta Banyuwangi dalam mendukung kebijakan pemerintah guna menyelamatkan potensi ekonomi serta ekosistem kelautan negara. Mengenai tujuan akhir, dugaan kuat mengarah ke negara tujuan utama pasar gelap lobster di Asia Tenggara, seperti Vietnam," tegas Kompol Lanang.
Peran Tiga Tersangka yang Ditangkap
Dari hasil penyergapan, polisi mengamankan tiga orang yang memiliki peran vital dalam sindikat ini:
-
MF (36) asal Pekalongan: Pemodal utama dan pengelola transaksi.
-
SS (48) asal Jember: Pencari barang di lapangan sekaligus pengemudi.
-
AS (42) asal Jember: Pengemudi (driver).
Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi sedang melakukan pemeriksaan intensif serta analisis digital forensik terhadap alat komunikasi para tersangka untuk melacak durasi beroperasinya jaringan ini.
Polisi juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memburu pemodal utama (mastermind) di tingkat atas.
"Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memburu pemodal utama dan membongkar seluruh rantai jaringan ekspor ilegal ini hingga ke akar-akarnya," pungkas Kompol Lanang.***