VoxYouths.Com - Waduh VoxYours, ada kabar soal kasus korupsi gede nih!
Kejati Jakarta baru aja netapin tiga tersangka kasus korupsi di Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada Kamis, 2 Januari 2025.
Yang bikin kaget, salah satunya Kepala Dinasnya sendiri lho!
Baca Juga: Kasus Korupsi PT Timah: Mahfud MD Pertanyakan Vonis Harvey, Lebih Ringan Dari Rafael Alun?
Siapa Aja Sih Yang Kena?
- Iwan Henry Wardhana - Kepala Dinas Kebudayaan DKI
- M. Fairza Maulana - Plt. Kepala Bidang Pemanfaatan Kebudayaan
- Gatot Arif Rahmadi - Pemilik Event Organizer
Nah, Pemprov DKI gak main-main nih. Mereka langsung nonaktifin para tersangka sesuai aturan PNS yang ada di Peraturan BKN No. 3 Tahun 2020 dan UU No. 20 Tahun 2023.
BTW, kalau nanti mereka terbukti bersalah dan dihukum minimal 2 tahun penjara, bakal dipecat secara gak hormat lho berdasarkan PP No. 94 Tahun 2021!
Gimana Sih Ceritanya Kok Bisa Ketahuan?
Jadi gini, pada 18 Desember 2024, Kejati Jakarta ngageledah kantor Dinas Kebudayaan DKI. Ternyata, ada dugaan penyimpangan dana gede banget, sampai Rp150 miliar!
Gak cuma kantor dinas, tim Kejati juga ngageledah kantor EO GR-PRO di Duren Tiga dan tiga rumah pribadi. Yang bikin kaget, mereka nemuin ratusan stempel palsu!
Baca Juga: Jerat Korupsi Rp7 Miliar: 5 Fakta Skandal Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang Mengejutkan
Modus Operandinya Gimana?
Ceritanya gini:
- Iwan (Kadis) sama Fairza (Plt Kabid) bikin kesepakatan buat "main" bareng EO
- Fairza gandeng Gatot (pemilik EO) buat bikin sanggar-sanggar bohongan
- Mereka bikin SPJ palsu dengan alasan mau bikin Pagelaran Seni dan Budaya
- Duitnya dicairin ke rekening sanggar fiktif
- Gatot narik duitnya, ditampung di rekeningnya, terus dipake bareng-bareng sama Iwan dan Fairza
Baca Juga: Geger! Mega Korupsi Rp150 M di Disbud Jakarta Terbongkar, Ratusan Stempel Palsu Ditemukan
Yang bikin tambah parah, ternyata kegiatan yang mereka tulis di SPJ ada yang beneran dilaksanain, tapi banyak juga yang cuma bohongan alias gak pernah ada!
Para tersangka ini dijerat pakai:
- UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih
- Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Jo. Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 yang udah diubah sama UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi
- Plus Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 64 ayat (1) KUHP
Pemprov DKI Jakarta sendiri udah nyatain bakal support penuh proses hukumnya nih. Kita tunggu aja kelanjutannya gimana.
Artikel Terkait
KPK Tahan Bupati Sidoarjo: Benteng Moral Generasi Muda Kunci Masa Depan Bebas Korupsi
Mantan Menhub Tersandung Kasus Suap: Begini Cara Singapura Berantas Korupsi
Dari Krisis Kesehatan ke Krisis Moral: Korupsi APD Covid-19 Terkuak, KPK Bongkar Korupsi Rp319 Miliar di Kemenkes
Judi Online Sampai Korupsi Jadi Target! Ini 7 Squad Khusus Bentukan Menko Polhukam
5 Kasus Korupsi Terpanas Pekan Ini: Dari Tom Lembong Impor Gula Sampai Duit Miliaran Harvey Moeis