Dari Krisis Kesehatan ke Krisis Moral: Korupsi APD Covid-19 Terkuak, KPK Bongkar Korupsi Rp319 Miliar di Kemenkes

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 16:51 WIB
Foto Konferensi Pers KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APD Kemenkes, pada Kamis, 3 Oktober 2024.  ((YouTube.com / KPK RI))
Foto Konferensi Pers KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APD Kemenkes, pada Kamis, 3 Oktober 2024. ((YouTube.com / KPK RI))

VoxYouths.Com - VoxYours, KPK baru aja nangkep tiga orang yang diduga terlibat korupsi pengadaan APD di Kemenkes.

Ini terjadi pas hari Kamis, 3 Oktober 2024. Gila ya, masih aja ada yang berani korupsi di tengah krisis Covid-19 tahun 2020 lalu.

Si Asep Guntur Rahayu, Direktur Penyidik KPK, bilang mereka udah punya cukup bukti buat nangkep tiga tersangka ini.

Dia ngomong gini nih di Gedung Merah Putih KPK, "Atas kecukupan bukti permulaan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka."

Baca Juga: Mantan Menhub Tersandung Kasus Suap: Begini Cara Singapura Berantas Korupsi

Terus siapa aja sih yang kena? Ada Budi Sylvana, mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, terus Ahmad Taufik, Direktur Utama PT Permana Putra Mandiri (PPM), dan satu lagi Direktur Utama PT Energi Kita Indonesia (EKI).

Nah, gimana sih awal mula kasus ini bisa terjadi? Yuk kita telusuri!

Awal Mula Kasus

Jadi ceritanya, PT PPM sama PT EKI ini jadi distributor APD buat Kemenkes pas Maret 2020. Kemenkes beli 10.000 unit APD dari PT PPM dengan harga Rp379.500 per set.

Tapi nih, pas pelaksanaannya ada yang aneh. TNI (atas perintah BNPB) ngambil barang tanpa dokumen lengkap dan tanpa surat pemesanan. Mencurigakan kan?

Di bulan yang sama, PT EKI juga ikutan jadi penjual resmi APD sebanyak 500 ribu set.

Abis itu, PT PPM sama PT EKI kerja sama jadi distributor APD Kemenkes. Nah, PT PPM dapet margin atau selisih harga 18,5 persen. Lumayan tuh!

Baca Juga: Whistleblowing, Senjata Rahasia Memberantas Korupsi: Ini Beda Cara KPK Indonesia dan CPIB Singapura

Jejak Kerja Sama Tiga Orang Tersangka

Terus gimana sih peran tiga tersangka ini? Si Budi ditunjuk jadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Dia yang setujuin pengadaan APD sebanyak lima juta set dengan harga 48,4 dolar atau sekitar Rp748.699 ke PT PPM sama PT EKI.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Kemenkes RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X