VoxYouths.Com - VoxYours, Kompolnas RI lagi serius banget nangani kasus kekerasan seksual anak yang katanya ngelibatin tersangka HH di Kalimantan Barat.
Parahnya nih, si tersangka malah baru aja dilantik jadi anggota DPRD Kota Singkawang. Gila kan?
Nah, yang bikin makin miris, korbannya tuh masih bocah 13 tahun dan sekarang trauma berat. Makanya Kompolnas pengen kasus ini cepet-cepet diusut tuntas.
Baca Juga: Amukan Iran ke Israel: Menyoroti Arogansi Netanyahu hingga Sinyal Balas Dendam dari AS
Si Kabid Humas Polda Kalbar, Raden Petit Wijaya, bilang mereka bakal supervisi kejadian ini.
"Barusan Tim Kompolnas udah supervisi dan ngedalemin penanganan perkara ini," gitu kata Raden pas konferensi pers di Singkawang, 30 September 2024.
Pemimpin Tim Kompolnas, Benny, juga ngasih pendapat. Dia bilang awalnya ngira masih ada yang kurang dari penyidikannya.
Tapi ternyata, "setelah digelar, Saya dapat banyak hal dan upaya yang udah dilakuin sama penyidik buat nuntasin kasus ini," ujar Benny.
Benny juga janji bakal ngawal kasus ini sampe beres. "Kita bakal terus ngawasin proses hukumnya sampe tuntas," tegasnya.
Dia juga bilang kalo mereka ketemu sama korbannya yang masih butuh bantuan psikolog karena masih trauma berat.
Eh, ternyata gak cuma Kompolnas doang yang prihatin. Komnas Perempuan juga ikutan angkat suara nih.
Komnas Perempuan: Bikin Rusak Keadilan Politik
Komnas Perempuan minta semua pihak mastiin proses hukum kasus-kasus kekerasan seksual berjalan bener. Ini mereka omongin pas tanggal 3 Oktober 2024.
Ketuanya, Andy Yentriyani, bilang mereka udah komunikasi dan koordinasi sama banyak pihak soal kasus ini.
Artikel Terkait
Seputar ‘Grooming’ di Lingkungan Sekolah, Ini Alasan Orang Tua Wajib Waspada
Mengintip Caleg yang Terpilih Namun Diganti KPU di Kursi DPR 2024, Ada yang Dipecat hingga Terjerat Kasus Pidana
Jangan Dikte, Tapi Dengarkan: Resep Agustina WP Calon Walikota Semarang Atasi Masalah Mental Health
Ironi Seorang Anak yang Dipenjara Akibat Dakwaan Membunuh Ayahnya, Ini Hal yang Dapat Dijadikan Pelajaran
Ngerinya Ruang Isolasi hingga Perlakuan Diskriminasi: Bikin Narapidana Rela Bayar Pungli