Seputar ‘Grooming’ di Lingkungan Sekolah, Ini Alasan Orang Tua Wajib Waspada

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Sabtu, 28 September 2024 | 17:33 WIB
Ilustrasi ruang kelas. (https://unsplash.com/@flpschi)
Ilustrasi ruang kelas. (https://unsplash.com/@flpschi)

VoxYouths.Com - Wah VoxYours, ada kabar nggak enak nih dari Gorontalo. Seorang guru inisial DH (57) di MAN Gorontalo jadi tersangka gara-gara berhubungan seksual sama siswi kelas 12. Parah banget kan?

Kapolres Gorontalo, AKBP Deddy Herman udah periksa saksi dan pelapor, terus akhirnya netepin DH jadi tersangka.

Katanya, "Kami udah netepin tersangka ke inisial DH (57), oknum guru di salah satu sekolah di Kabupaten Gorontalo."

 Baca Juga: Sialnya, Pelecehan Seksual Terjadi di Dunia Nyata Maupun Medsos: Begini Soal Trauma yang Bisa Dialami Korban

DH bakal kena UU Perlindungan Anak lho. Ancamannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara. Tapi karena dia guru, hukumannya bisa nambah sepertiga.

Yang bikin miris, ternyata DH udah deketin siswi ini dari Januari 2022. Hubungan mereka terus berlanjut sampai akhirnya kejadian kayak di video yang nyebar.

Polisi udah amankan barang bukti. Modusnya sih hubungan asmara. Si siswi merasa nyaman karena DH keliatan ngayomi dan suka bantu dia.

Nah, kasus kayak gini tuh contoh 'grooming'. Apa sih grooming itu? Menurut organisasi Bravehearts, grooming itu modus pelecehan dan eksploitasi seksual ke anak remaja.

Pelakunya bikin korban patuh buat jaga rahasia. Bisa lewat komunikasi online juga, kayak medsos atau chat.

Baca Juga: Bukan Nebeng, 6 Publik Figur di Indonesia Ini Punya Private Jet Sendiri: Harganya Fantastis

Susah banget sih ngebedain grooming, soalnya pelakunya pinter akting peduli. Tapi ada tanda-tanda kalau anak udah jadi korban pelecehan seksual di sekolah:

  • Kepribadian dan perilaku berubah
  • Jadi pendiam
  • Susah konsentrasi pas belajar
  • Nilai turun atau sering bolos
  • Kadang sampe nyakitin diri sendiri

Terus, gimana dong biar sekolah aman? Ada panduan dari National Principles for Child Safe Organisations tahun 2018:

Baca Juga: Berkaca dari Gempa di Gorontalo, Begini Langkah Mitigasi yang Tepat

  1. Sekolah harus bikin kebijakan dan prosedur keselamatan anak yang jelas
  2. Aturannya harus transparan dan dikomunikasiin ke semua pihak, termasuk ortu
  3. Guru-guru wajib dilatih buat nanganin masalah keselamatan siswa
  4. Kalau ada pengaduan, harus fokus ke siswa dan prioritasin perlindungan mereka
  5. Semua keluhan harus ditangani serius, cepat, dan tuntas

Penting banget nih buat sekolah ngasih guru-gurunya pengetahuan dan skill soal keselamatan siswa.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Promedia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X