Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Dalam situasi konflik Israel dan Iran yang semakin memanas, Vladimir Putin mencoba hadir sebagai penengah.
Putin menawarkan mediasi untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan antara dua negara Timur Tengah ini.
Namun tawarannya mendapat respons dingin dari Amerika Serikat.
Seperti apa tawaran yang diberikan Putin untuk menyelesaikan konflik Israel dan Iran?
Kenapa Amerika Serikat menolak tawaran Putin?
Simak informasi selengkapnya di artikel ini!
Tawaran Mediasi Putin: Analisis Konflik Israel dan Iran
Presiden Rusia ini menanggapi konflik Israel-Iran dengan analisis yang cukup mengejutkan.
Menurut Putin, serangan udara Israel terhadap Iran justru membuat konsolidasi atau persatuan antara masyarakat Iran kepada para pemimpinnya.
"Hari ini kita melihat di Iran, ada suatu konsolidasi dari masyarakat Iran dan para pimpinan politiknya," ujar Putin sebagaimana dilansir dari Reuters pada Kamis, 19 Juni 2025.
"Ini adalah isu sensitif, dan kita harus berhati-hati di ini. Tapi, menurut saya, suatu solusi bisa dicapai," imbuhnya.
Baca Juga: Trump Siapkan Serangan ke Iran: Pejabat AS Bocorkan Rencana Militer Mengejutkan
Putin menawarkan bantuan mediasi dua negara di Timur Tengah itu dengan pendekatan yang cukup realistis.
Ia mengakui kepentingan kedua belah pihak dalam konflik yang telah berlangsung lama ini.
Presiden Rusia ini menyoroti perlunya suatu perjanjian yang dapat menjamin keamanan Israel sekaligus mengakomodasi keinginan Iran untuk mengembangkan program nuklir untuk sipil.
Rencana mediasi Putin tampaknya sudah cukup matang dengan mempertimbangkan kepentingan strategis kedua negara.
Artikel Terkait
Amukan Iran ke Israel: Menyoroti Arogansi Netanyahu hingga Sinyal Balas Dendam dari AS
Begini Alasan Klasik Israel Lakukan Genosida di Gaza, Gencatan Senjata Penuh Jadi Harapan Terakhir Warga Sipil Untuk Akhiri Derita
Israel Serang Gaza Usai Umumkan Gencatan Senjata, 82 Nyawa Melayang
Iran Balas Serangan Israel: Dubes Sebut Momentum Penting untuk Palestina
386 WNI Terjebak Konflik Iran-Israel: Istana Klaim Masih Koordinasi dan Pantau Situasi