Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Konflik Israel-Iran kini juga melibatkan Amerika Serikat secara langsung.
Pejabat senior Amerika Serikat (AS) memberikan bocoran mengenai sikap pemerintahan Trump terhadap Iran.
Hal itu diperkirakan akan mengubah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (18/6), pejabat senior AS itu mengungkapkan bahwa Trump sedang mempersiapkan serangan ke Iran dalam waktu dekat.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan media internasional mengingat dampak strategis yang bisa ditimbulkan.
"Sejumlah pimpinan militer (AS) juga tengah bersiap untuk melakukan serangan," ujar pejabat senior AS itu.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa konflik Israel-Iran kini telah memasuki fase baru dengan keterlibatan langsung Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Balas Serangan Israel: Dubes Sebut Momentum Penting untuk Palestina
Rencana Serangan Amerika Serikat Terhadap Iran
Sebagai sekutu Israel, Pejabat AS tersebut juga mengklaim bahwa infrastruktur militer sedang disiapkan untuk terlibat langsung dalam konflik di Teheran.
Persiapan ini menandakan keseriusan Washington dalam menghadapi ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
"Situasinya masih berkembang dan bisa berubah. Sejumlah orang menyiapkan potensi serangan pada akhir pekan," ujarnya.
Rencana serangan AS ke Iran sebenarnya sudah berhembus sejak Donald Trump memberikan pernyataan ambigu kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (18/6).
"Saya bisa saja melakukannya (serangan ke Iran), bisa saja tidak. Maksud saya, tidak ada yang tahu apa yang akan saya perbuat," ucap Trump sebagaimana dilansir dari Independent UK pada Kamis, 19 Juni 2025.
Baca Juga: 386 WNI Terjebak Konflik Iran-Israel: Istana Klaim Masih Koordinasi dan Pantau Situasi
Artikel Terkait
Begini Alasan Klasik Israel Lakukan Genosida di Gaza, Gencatan Senjata Penuh Jadi Harapan Terakhir Warga Sipil Untuk Akhiri Derita
Israel Serang Gaza Usai Umumkan Gencatan Senjata, 82 Nyawa Melayang
Pukulan Telak untuk Tesla: Elon Musk Gagal Melobi Trump Soal Tarif Impor
Elon Musk Dukung Pemakzulan Trump, Hubungan Keduanya Memanas?