Dugaan Korupsi Kredit Bank Triliunan Rupiah
Inti permasalahan Iwan Lukminto ini adalah dugaan korupsi dalam pemberian kredit bank untuk PT Sritex.
Dan nominalnya gak main-main lho, hampir Rp 3,6 triliun! Angka yang fantastis banget buat ukuran kredit perusahaan.
"Nilainya hampir sekitar Rp3,6 T ya itu dari beberapa bank, tapi informasinya bahwa yang bersangkutan menerima pencairan kredit dari bank-bank swasta, tapi yang kita tangani ada 4 bank," jelas Harli.
Iwan diduga terlibat dalam skema pemberian kredit yang bermasalah dari beberapa bank swasta.
Kejagung sendiri fokus menangani kasus dari 4 bank aja, padahal sebenernya ada lebih banyak bank yang kasih kredit ke Sritex.
Penyidik Kejagung butuh waktu buat pemeriksaan yang lebih mendalam terkait status Iwan selanjutnya.
Ini wajar sih, mengingat kasusnya kompleks dan melibatkan nominal yang gede banget.
Baca Juga: Sritex Tutup Total, Segini Aset yang Akan Diambil Alih Oleh Kurator
Sritex: Dari Jaya hingga Pailit
Untuk memahami kasus ini, kita perlu flashback dikit tentang perjalanan Sritex.
PT Sri Rejeki Isman Tbk dulunya adalah salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
Produk-produknya bahkan diekspor ke berbagai negara.
Tapi sayangnya, nasib Sritex berubah drastis.
Perusahaan ini dinyatakan pailit sejak 21 Oktober 2024 dan resmi tutup per 1 Maret 2025.
Dari perusahaan yang dulunya jaya, tiba-tiba harus gulung tikar.
Setelah dinyatakan pailit tahun lalu, kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal sempat mengusut adanya dugaan penyelewengan penyaluran kredit ke Sritex.
Artikel Terkait
8.400 Karyawan PT Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Mulai 1 Maret 2025
Sritex Itu Pabrik Apa Sih? Bongkar Fakta Raksasa Tekstil dari Solo yang Resmi Tutup 1 Maret!
Heboh! Program MBG Sebabkan Keracunan Massal, Kepala BGN: Bukan Karena Pengiritan Dana
Kasus Vonis Bebas Ronald Tannur Berbuntut Panjang, Mantan Ketua PN Didakwa Terima Rp21 M
Begini Cara Mantan Ketua PN Atur Majelis Hakim Demi Vonis Bebas Ronald Tannur: "Jangan Lupakan Saya, Ya?"