Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Belakangan ini, lagi rame banget nih kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Yang paling menghebohkan baru-baru ini terjadi di Kota Bogor, di mana ratusan siswa jadi korban!
223 siswa di Bogor mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.
Kasusnya sampai bikin Wali Kota Bogor mengambil langkah serius dengan menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Keracunan ini terjadi dalam rentang waktu pembagian MBG pada 6-9 Mei 2025.
Program ini dijalankan oleh SPPG Bina Insani sebagai penyelenggara.
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, ternyata ditemukan bakteri E. coli pada telur ceplok.
Sementara pada tumis toge dan tahu terindikasi mengandung Salmonella. Duh, bahaya banget kan?
Baca Juga: Presiden Prabowo Ajak Bill Gates Tinjau Program MBG, Langsung Dapat Pujian!
Kepala BGN Tegaskan Tidak Ada Pengiritan Dana
Menanggapi kasus-kasus keracunan yang terjadi, Kepala Badan Pangan Nasional (BGN) Dadan Hindayana langsung angkat bicara.
Dia menegaskan kalau kasus keracunan ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan pengiritan anggaran untuk kualitas makanan.
Hal ini disampaikan Dadan Hindayana dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Mei 2025.
"Apakah penyebab keracunan karena ada aspek di mana kualitas makanan diirit segala macam, itu nggak ada," ujarnya.
Artikel Terkait
Bermula dari Kontrak Mencurigakan, Proyek Satelit Kemenhan Bikin Negara Rugi Ratusan Miliar
Heboh! Proyek Satelit Kemenhan Bermasalah, Tiga Petinggi Jadi Tersangka
Kejagung Bergerak Cepat: Total Rp6,8 Triliun Disita dari Kasus Sawit Duta Palma Group
Wow! Stok Beras Bulog Tembus 3,6 Juta Ton, Tertinggi dalam 57 Tahun: Apa Dampak Positifnya?
Waduh! 1.000 Batang Rokok Disita dari Koper Jamaah Haji Indonesia di Madinah
Jadi Jembatan Diplomasi, Begini Harapan Prabowo untuk Negara-negara OKI di Forum PUIC