VoxYouths.com - Kabar mengejutkan datang dari Jepang. Negeri sakura ini sedang menghadapi ancaman serius berupa wabah bakteri pemakan daging.
Kasus ini telah menjangkiti hampir 1.000 orang dan menyebabkan 77 kematian.
Apa sebenernya yang terjadi? Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Baca Juga: Apa Saja Jenis Pala yang Kamu Tahu? 5 Jenis Pala: Si Kecil Kaya Rasa
Apa Itu Bakteri Pemakan Daging?
Bakteri pemakan daging ini sebenernya punya nama ilmiah, yaitu Streptococcus pyogenes.
Bakteri ini bisa bikin infeksi parah yang disebut sindrom syok toksik streptokokus (STSS).
Kenapa disebut pemakan daging? Soalnya bakteri ini bisa nyerang jaringan tubuh dengan cepet banget, kayak lagi makan daging kita.
Gimana Sih Bakteri Ini Nyebarnya?
Nah, bakteri ini nggak kayak virus flu yang bisa terbang-terbang di udara. Cara nyebarnya lebih spesifik:
- Kontak langsung sama cairan tubuh orang yang kena
- Masuk lewat luka kebuka
- Digigit serangga
- Infeksi kulit lainnya
Jadi, kalo kamu punya luka kebuka, hati-hati ya! Bisa jadi pintu masuk buat si bakteri nakal ini.
Siapa Aja yang Rawan Kena?
Nggak semua orang punya risiko sama. Yang perlu lebih hati-hati itu:
- Orang yang daya tahan tubuhnya lemah
- Yang punya penyakit menahun
- Mereka yang sering luka atau punya luka kebuka
Gejala yang Perlu Diawasi
Gimana kita tau kalo kena bakteri pemakan daging? Ini beberapa tanda awalnya:
- Demam tinggi tiba-tiba
- Tenggorokan sakit parah
- Otot-otot nyeri
- Mual dan muntah
- Ruam merah yang cepet nyebar
- Bengkak dan nyeri di bagian yang kena
Kalo kamu ngalamin gejala-gejala ini, jangan nunggu-nunggu lagi. Langsung ke dokter ya!
Cara Mencegahnya Gimana?
Nah, ini yang penting. Kita nggak mau kan kena bakteri ini? Ini beberapa cara buat cegah:
- Cuci Tangan: Simpel tapi manjur. Cuci tangan pake sabun sesering mungkin.
- Tutupin Luka: Punya luka? Langsung tutupin pake perban bersih dan kering.
- Jaga Jarak: Kalo ada yang kena, jangan deket-deket dulu.
- Jaga Imun: Makan yang sehat, tidur cukup, dan olahraga rutin.
- Waspada: Kalo ada gejala mencurigakan, langsung cek ke dokter.
Kalo Udah Terlanjur Kena, Gimana?
Kalo udah keburu kena, jangan panik. Ini yang mesti dilakuin: