Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Baru-baru ini, Pasar Mangga Dua dituding jadi 'pasar barang bajakan'.
Isu itu mulai tersebar setelah laporan perdagangan terbaru Amerika Serikat tersebar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat suara terkait isu ini.
Ia menegaskan kalau isu Mangga Dua jadi 'pasar barang bajakan' nggak akan masuk dalam agenda negosiasi dagang bilateral Indonesia-AS.
Mangga Dua Masuk Daftar Hitam AS?
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menuangkan kebijakan di National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025.
Dalam laporan tersebut, AS menyoroti keberadaan Pasar Mangga Dua di Jakarta sebagai pusat peredaran barang bajakan dan palsu.
AS bahkan menempatkan Pasar Mangga Dua dalam daftar pasar dengan pelanggaran kekayaan intelektual yang serius.
Terbaru nih, Airlangga mengungkap kalau isu tersebut nggak jadi bagian dari diskusi teknis yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan para pejabat tinggi AS.
Menurut Menko Perekonomian RI ini, pembahasan dalam agenda negosiasi dagang bilateral Indonesia-AS itu nggak ada detail intinya soal Mangga Dua.
Hal ini disampaikan Airlangga saat konferensi pers secara virtual yang tayang pada Jumat, 25 April 2025.
"Tidak ada pembahasan soal Mangga Dua, jadi ini tidak ada detail inti. Jadi ini pertanyaan yang ramai, ini variasinya banyak kayak bahan bimbel," jelasnya.
Baca Juga: QRIS dan GPN Jadi Sorotan Trump, Airlangga Tegaskan Indonesia Terbuka untuk Operator Global
Artikel Terkait
Trump 'Balas Dendam': Australia Kena Tarif 10% Gara-gara Tolak Daging Babi dari AS
Kebijakan Kontroversial Trump Bikin Harga Batu Bara Meroket, Indonesia Ikut Kebagian Cuan?
Kebijakan Kontroversial Trump Bikin Harga Komoditas RI Naik Gila-gilaan, Simak Faktanya!
Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat 5,5% ke Zona Hijau!
Prabowo Kerahkan Tim Elit Untuk Nego Tarif Trump: 6 Menteri Top Siap Berangkat ke AS!