Kebijakan Kontroversial Trump Bikin Harga Komoditas RI Naik Gila-gilaan, Simak Faktanya!

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Jumat, 11 April 2025 | 08:05 WIB
Donald Trump Saat Mengumumkan Tarif Impor. ((instagram.com/whitehouse))
Donald Trump Saat Mengumumkan Tarif Impor. ((instagram.com/whitehouse))

VoxYouths.Com - VoxYours, harga batu bara dunia tiba-tiba meroket, dan kali ini kita bisa bilang "thanks" ke Donald Trump.

Yup, mantan presiden AS yang kontroversial itu baru aja bikin kejutan dengan ngeluarin empat kebijakan yang bikin industri batu bara AS 'hidup' lagi.

Mau tau seberapa tinggi harganya naik? Data dari Refinitiv nunjukin, per Selasa 8 April 2025, harga batu bara nyentuh US$100,25 per ton atau sekitar Rp2 juta per ton.

Baca Juga: Peran Faisal Basri di Pemerintahan Indonesia: Dari Reformasi Ekonomi hingga Anti-Mafia Migas

Naik 1,37% dalam sehari doang! Yang lebih keren lagi, ini udah dua hari berturut-turut naik dengan total kenaikan 2,3%.

Yang unik, di tengah anjloknya harga minyak dan gas, cuma batu bara yang berhasil ngacir naik. Keren kan?

Trump Bikin Gebrakan

Nah, Trump dengan gaya khasnya bilang gini di Gedung Putih: "Hari ini, kita ambil langkah bersejarah buat bantu para pekerja Amerika, penambang, keluarga, dan konsumen." Kebijakan dia ini diprediksi bakal bikin permintaan batu bara dunia makin gede.

Indonesia Kebagian Cuan?

Buat Indonesia, ini bisa jadi kabar gembira banget! Kenapa? Kita ini eksportir batu bara terbesar di dunia lho!

Tahun 2024 aja, Indonesia udah ekspor sekitar 405,76 juta ton batu bara, naik hampir 7% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Naikan Bea Masuk 200 Persen Untuk Produk Tekstil China, Solusi atau Bumerang bagi Ekonomi Indonesia?

Meski nilai ekspornya sempet turun, dengan harga yang makin tinggi gini, nilai ekspor tahun ini bisa naik lagi.

Apalagi, tarif impor baru yang diterapin Trump malah bikin batu bara makin diminati sama negara-negara Asia sebagai sumber energi termurah.

Asia Masih Setia Sama Batu Bara

Di Asia, batu bara masih jadi primadona! Bayangin aja, 56% listrik di Asia masih bergantung sama batu bara. Ini jadi cara ampuh buat tekan biaya produksi, apalagi di tengah ekonomi global yang lagi galau gini.

Nah, meski banyak negara maju udah mulai ninggalin batu bara, permintaan di Asia masih tetep tinggi.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: apnews.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X