Perselingkuhan Suami Fenny Frans, Bos Skincare Makassar: Apa Faktor Penyebab Perselingkuhan Menurut Para Ahli?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Sabtu, 18 Mei 2024 | 20:08 WIB
Media sosial dihebohkan dengan kabar perselingkuhan suami Fenny Frans, bos skincare asal Makassar yang dijuluki sultan. Sebenarnya apa penyebab perselingkuhan menurut para ahli? (https://www.pexels.com/@timur-weber/)
Media sosial dihebohkan dengan kabar perselingkuhan suami Fenny Frans, bos skincare asal Makassar yang dijuluki sultan. Sebenarnya apa penyebab perselingkuhan menurut para ahli? (https://www.pexels.com/@timur-weber/)


5. Faktor Eksternal

  • Stres dari pekerjaan, keuangan, atau masalah keluarga dapat membuat seseorang rentan terhadap perilaku impulsif dan mencari pelarian dalam perselingkuhan.

  • Pengaruh dari teman atau lingkungan yang permisif terhadap perselingkuhan dapat menormalisasi perilaku tersebut dan menurunkan hambatan moral.

  • Masalah kesehatan mental yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati seperti depresi, kecemasan, atau adiksi dapat memengaruhi penilaian dan kontrol diri seseorang, sehingga meningkatkan risiko perselingkuhan.

Contoh: Seorang istri yang mengalami depresi pasca persalinan mungkin merasa tertekan dan mencari pelarian emosional melalui perselingkuhan.


Mengatasi Perselingkuhan


Memulihkan hubungan setelah perselingkuhan membutuhkan komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:


1. Komunikasi Terbuka dan Jujur

  • Lakukan percakapan yang terbuka dan jujur tentang apa yang terjadi dan mengapa. Hindari menyalahkan atau menghakimi pasangan.

  • Dengarkan dengan seksama dan berempatilah dengan perasaan pasangan. Cobalah untuk memahami sudut pandangnya.

  • Bicarakan tentang perasaan, kebutuhan, dan harapan untuk masa depan hubungan. Tetapkan batasan dan ekspektasi yang jelas.

Contoh: Pasangan yang berselingkuh harus menjelaskan alasannya dengan jujur dan terbuka kepada pasangannya. Pasangan yang diselingkuhi perlu mendengarkan dengan penuh empati dan mencoba memahami situasi yang melatarbelelakangi.


2. Membangun Kembali Kepercayaan

  • Membangun kembali kepercayaan membutuhkan waktu dan usaha. Ini membutuhkan kesabaran dan komitmen dari kedua belah pihak.

  • Tunjukkan komitmen untuk memperbaiki hubungan dan jaga janji yang dibuat.

  • Bersikaplah terbuka dan transparan dengan pasangan. Hindari
    menyembunyikan informasi atau bersikap defensif.

  • Minta maaf dengan tulus dan tunjukkan penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan.

Contoh: Pasangan yang berselingkuh perlu menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki hubungan dengan cara konsisten dan tulus. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu terbuka dan jujur, serta berusaha memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pasangannya.


3. Mencari Bantuan Profesional

  • Terapis pasangan dapat membantu pasangan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, mengembangkan strategi komunikasi yang efektif, dan membangun kembali kepercayaan.

  • Konseling individu dapat membantu individu untuk mengatasi masalah emosional yang mendasarinya dan mengembangkan mekanisme koping yang sehat.

Contoh: Jika pasangan merasa kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, mencari bantuan profesional dari terapis pasangan atau konselor individu dapat menjadi langkah yang bermanfaat.


4. Memperkuat Hubungan

  • Luangkan waktu berkualitas bersama secara rutin. Lakukan kegiatan yang menyenangkan bersama dan ciptakan kenangan baru.

  • Tingkatkan komunikasi dan keintiman emosional. Berbicaralah secara terbuka dan jujur tentang perasaan, kebutuhan, dan harapan.

  • Penuhi kebutuhan seksual satu sama lain. Jaga keintiman fisik dan sentuhan yang positif.

  • Bekerjasamalah untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan bersama.

  • Bersyukurlah atas hal-hal kecil dalam hubungan dan tunjukkan kasih sayang satu sama lain secara teratur.

Contoh: Pasangan dapat memperkuat hubungannya dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama, seperti berlibur, menonton film, atau memasak bersama. Penting juga untuk meluangkan waktu untuk berbicara satu sama lain tentang perasaan dan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: Takut Tes Kesehatan Mental? Ini 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Mencobanya


5. Mempertimbangkan Masa Depan Hubungan

  • Setelah melalui proses pemulihan, pasangan perlu memutuskan apakah mereka ingin melanjutkan hubungan atau tidak.

  • Jika kedua belah pihak berkomitmen untuk membangun kembali hubungan yang sehat dan langgeng, maka proses pemulihan dapat dilanjutkan.

  • Namun, jika salah satu pihak merasa tidak dapat lagi mempercayai atau memaafkan pasangannya, maka mengakhiri hubungan mungkin menjadi pilihan terbaik.

Penting untuk diingat bahwa setiap situasi perselingkuhan berbeda-beda. Tidak ada solusi yang cocok untuk semua.


Hal terpenting adalah berkomunikasi secara terbuka dan jujur, mencari bantuan profesional jika diperlukan, dan bekerja sama untuk membangun kembali kepercayaan dan memperkuat hubungan.


Selain itu, pentingnya rasa syukur yang kita tanamkan di dalam hati atas kehadiran pasangan kita selama ini juga jadi faktor utama untuk menjaga komitmen.


Yang tak kalah penting lagi, takut dengan perbuatan dosa berselingkuh/menghianati pasangan juga bisa jadi pengendali diri untuk tetap berada pada jalur yang benar.


Bagaimanapun, kisah perselingkuhan suami Fenny Frans merupakan pengingat bagi kita semua bahwa dalam kehidupan, selalu ada rintangan dan cobaan yang harus dihadapi.***

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: American Psychological Association, Gottman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X