VoxYouths.Com - Udah masuk tahun kedua nih sejak Hamas nyerang Israel di bagian selatan pada 7 Oktober 2023.
Sampe sekarang, ini masih jadi alasan klasik buat militer Israel buat ngelakuin genosida (pembantaian besar-besaran) ke warga sipil di Gaza, Palestina.
Yang jadi korban sekarang tuh warga sipil di Gaza. Soalnya militer Israel, IDF, nggak peduli siapa yang mereka bunuh.
Parahnya, warga sipil yang nggak salah apa-apa itu malah dianggap teroris sama militer Israel. Katanya sih mereka nutupin info tentang pasukan Hamas.
Baca Juga: Daftar Lengkap 49 Calon Menteri Prabowo: Siapa Saja yang Akan Duduk di Kabinet?
Nah, menurut Al Jazeera, serangan Hamas ke Israel itu ngebunuh 1.139 orang dan 250 orang ditangkep terus dibawa ke Jalur Gaza.
Sementara itu, Israel katanya udah ngebunuh lebih dari 41.900 orang dalam genosida ke warga Palestina yang terjebak di 'penjara besar' di Gaza.
Nih, gue rangkumin kronologi kejadian dari serangan Hamas ke Israel sampe upaya terbaru soal gencatan senjata penuh buat perdamaian kedua pihak.
Soal Kejadian 7 Oktober 2023
Kelompok bersenjata Palestina yang dipimpin sama sayap bersenjata Hamas, nyerang beberapa daerah di wilayah selatan Israel.
Waktu itu, pejabat Israel bilang ada 250 orang yang ditawan, termasuk cewek, cowok, anak-anak, dan orang tua.
Mereka bilang di antara mereka ada 23 warga negara asing (WNA) yang kerja atau belajar di Israel, dari Thailand, Nepal, dan Filipina.
Tapi, dunia mulai ngerasa aneh sama tuduhan pejabat Israel pas nggak ada satu pun WNA dari negara yang mereka sebut waktu Hamas mulai ngelepas para tawanan.
Pas itu, Hamas ngelepas 15 orang dari Meksiko, Jerman, Argentina, Irlandia, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.
Nanggepin pembebasan sandera Hamas itu, Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Israel bilang ada 12 warganya yang kena dampak serangan 7 Oktober itu, dengan tujuh di antaranya masih ditawan sampe sekarang.