Begini Alasan Klasik Israel Lakukan Genosida di Gaza, Gencatan Senjata Penuh Jadi Harapan Terakhir Warga Sipil Untuk Akhiri Derita

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:03 WIB
Potret Gaza Palestina dalam peta dunia.   ((Unsplash.com  CHUTTERSNAP))
Potret Gaza Palestina dalam peta dunia. ((Unsplash.com CHUTTERSNAP))

Upaya Gencatan Senjata Demi Perdamaian

Netanyahu ngaku ngalamin tekanan yang luar biasa dari para keluarga tawanan Israel yang masih ada di Gaza.

Mereka pengen perdana menteri Israel itu nerima gencatan senjata penuh yang diusulkan Hamas buat ngelepas semua tahanannya, pada 10 Juni 2024 lalu.

Tapi, Netanyahu ngotot pengen Hamas ngelepas semua tahanannya dulu baru gencatan senjata bisa dinegosiasiin sama pihaknya.

Selain itu, ada juga tekanan dari demonstrasi yang nuntut pembebasan para tawanan tiap minggu di kota-kota Israel.

Baca Juga: Kasus Penembakan Gadis 14 Tahun di Semarang: Tersangka Curiga Anaknya ‘Dijual’ Korban hingga Sebut Menyimpan Bukti

Seorang demonstran yang juga warga negara Israel, Stephanie Dekker, bahkan ngaku udah nggak percaya lagi sama pemerintahan sekutu AS itu.

"Udah pasti, nggak bisa lagi kita percaya kalo nyangkut pemerintahan ini (Israel)," katanya.

Sampe artikel ini ditulis, belum ada tindakan responsif dari Netanyahu buat nindaklanjutin usulan Hamas yang pengen ngelepas semua sandera mereka lewat gencatan senjata penuh.***

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Media Internasional, UN Org, HRW Org, UNRWA Org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X