news

Kontroversi Israel: Menghapus Belasungkawa untuk Paus Fransiskus, Ada Apa di Baliknya?

Jumat, 25 April 2025 | 08:24 WIB
Israel jadi sorotan karena hapus ucapan bela sungkawa untuk Paus Fransiskus. (x.com/CatholicArena)

Para Petinggi Israel Beda Sikap

Yang bikin tambah mencolok, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar sama sekali nggak ngeluarin pernyataan apapun soal wafatnya Paus Fransiskus.

Beda banget sama Presiden Isaac Herzog yang menyampaikan belasungkawa dan bahkan memuji Paus Fransiskus sebagai sosok yang menginspirasi.

Perbedaan sikap dari para petinggi Israel ini menuai kritik dari banyak pihak.

Raphael Schutz, mantan duta besar Israel untuk Vatikan, nggak setuju banget sama sikap pemerintahnya.

Dia blak-blakan bilang ke The Jerusalem Post kalau keputusan pemerintah Israel itu adalah sebuah kesalahan.

"Saya pikir keputusan itu adalah sebuah kesalahan. Kita seharusnya tidak terus-terusan menyimpan dendam seperti ini setelah kematian seseorang," ujarnya.

Dampak untuk Hubungan Internasional

Schutz juga menekankan betapa pentingnya Israel kirim perwakilan ke pemakaman Paus Fransiskus yang akan digelar Sabtu (26/4).

Menurut dia, kalau sampai Israel nggak hadir, bisa bikin citra negara itu makin buruk di mata dunia.

"Acara itu dapat memperkuat rasa keterasingan, yang sudah meningkat akibat perang yang sedang berlangsung, dan menambah bahan bakar ke dalam api yang tidak perlu," jelasnya.

Bagaimana menurutmu? Apakah sikap Israel ini mencerminkan hubungan yang memang sudah tegang dengan Vatikan, atau ada alasan politik lain di baliknya?

Yang jelas, di saat dunia bersatu dalam duka kematian Paus Fransiskus, Israel malah memilih langkah yang kontroversial.***

Baca Juga: Tony Sumampau Ungkap Sifat Asli Butet Mantan Pemain Sirkus: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus OCI Taman Safari

Halaman:

Tags

Terkini