Pasca Skandal Pelecehan, Menkes Perketat Seleksi Calon Dokter Spesialis: Rekrutmen PPDS Wajib Tes Psikologi

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Senin, 21 April 2025 | 15:48 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.  ((Instagram.com/bgsadikin))
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. ((Instagram.com/bgsadikin))

VoxYouths.Com - VoxYours, dunia medis lagi heboh nih! Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan berbagai kasus yang melibatkan oknum calon dokter spesialis atau peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Salah satu kasus yang bikin geger adalah skandal yang diduga dilakukan oleh residen anestesi RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Priguna Anugerah Pratama (PAP).

Nggak cuma itu, di Jakarta Pusat juga ada peserta PPDS dari Universitas Indonesia (UI) yang ketangkep karena diduga merekam mahasiswi yang sedang mandi.

Baca Juga: Pura-pura Ambil Darah: Dokter PPDS Tega Perkosa Anak Pasien yang Sedang Sekarat, Pasien Kini Meninggal

Menanggapi kejadian ini, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, angkat bicara. Dalam konferensi pers online pada Senin, 21 April 2025, beliau nggak nyangka hal seperti ini bisa terjadi di dunia kedokteran.

"Kita semua sangat menyayangkan kejadian-kejadian yang berdampak buruk, bukan cuma buat peserta didik, tapi juga buat masyarakat secara keseluruhan," ujar Budi dengan nada serius.

Menkes nggak mau main-main nih! Dia langsung menegaskan bakal ada perbaikan yang serius, sistematis, dan konkret buat program pendidikan dokter spesialis.

Salah satunya dengan mewajibkan tes psikologi buat semua calon peserta PPDS.

Baca Juga: Trauma 3 Tahun, Korban Pelecehan Oknum Dokter di Malang Akhirnya Buka Suara

Kenapa harus ada tes psikologi? Menurut Budi, ini penting banget buat memastikan kondisi kejiwaan dan kesiapan mental para calon dokter spesialis sebelum mereka terjun melayani masyarakat.

"Kita pengen proses rekrutmen ini transparan dan dilakukan dengan benar. Jangan sampai ada preferensi khusus yang bikin kita salah pilih," jelas Budi.

Yang menarik, Budi juga menyoroti sistem pembimbingan di rumah sakit. "Selama ini, PPDS di rumah sakit nggak langsung dibimbing sama konsulen, tapi sama senior mereka. Ini yang bikin kualitas yang kita inginkan nggak tercapai," tambahnya.

Baca Juga: Viral CCTV Pelecehan di Klinik: Korban Dokter Kandungan Garut Bukan Cuma Pasien!

Nah, dengan adanya aturan baru ini, kita semua berharap kasus-kasus yang bikin miris kayak gini nggak bakal terulang lagi.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Kementerian Kesehatan RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X