Para Petinggi Israel Beda Sikap
Yang bikin tambah mencolok, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar sama sekali nggak ngeluarin pernyataan apapun soal wafatnya Paus Fransiskus.
Beda banget sama Presiden Isaac Herzog yang menyampaikan belasungkawa dan bahkan memuji Paus Fransiskus sebagai sosok yang menginspirasi.
Perbedaan sikap dari para petinggi Israel ini menuai kritik dari banyak pihak.
Raphael Schutz, mantan duta besar Israel untuk Vatikan, nggak setuju banget sama sikap pemerintahnya.
Dia blak-blakan bilang ke The Jerusalem Post kalau keputusan pemerintah Israel itu adalah sebuah kesalahan.
"Saya pikir keputusan itu adalah sebuah kesalahan. Kita seharusnya tidak terus-terusan menyimpan dendam seperti ini setelah kematian seseorang," ujarnya.
Dampak untuk Hubungan Internasional
Schutz juga menekankan betapa pentingnya Israel kirim perwakilan ke pemakaman Paus Fransiskus yang akan digelar Sabtu (26/4).
Menurut dia, kalau sampai Israel nggak hadir, bisa bikin citra negara itu makin buruk di mata dunia.
"Acara itu dapat memperkuat rasa keterasingan, yang sudah meningkat akibat perang yang sedang berlangsung, dan menambah bahan bakar ke dalam api yang tidak perlu," jelasnya.
Bagaimana menurutmu? Apakah sikap Israel ini mencerminkan hubungan yang memang sudah tegang dengan Vatikan, atau ada alasan politik lain di baliknya?
Yang jelas, di saat dunia bersatu dalam duka kematian Paus Fransiskus, Israel malah memilih langkah yang kontroversial.***
Artikel Terkait
Petani Menjerit Harga Gabah Anjlok, Menteri Amran Ungkap Dalang di Balik Kesulitan Jual Gabah
Harga Gabah Anjlok, Mentan Amran Pecat Oknum BULOG yang Bandel Main dengan Tengkulak
Pasca Skandal Pelecehan, Menkes Perketat Seleksi Calon Dokter Spesialis: Rekrutmen PPDS Wajib Tes Psikologi
Sisi Gelap Kehidupan Calon Dokter Spesialis Indonesia, Menkes Soroti Jam Kerja Peserta PPDS yang Overtime
Ngaku Iseng, Dokter PPDS UI Ketahuan Rekam Mahasiswi Mandi Lewat Ventilasi