Kontroversi Trump: Rencana Relokasi Warga Gaza Ditolak Mentah Raja Yordania

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Kamis, 13 Februari 2025 | 10:34 WIB
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)

Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin gempar dengan idenya yang pengen mindahin warga Gaza, Palestina.

Trump juga berencana buat bangun ulang Gaza di bawah kepemilikan AS.

Pernyataan ini dia sampaikan pas ketemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, D.C, tanggal 5 Februari 2025 kemarin.

Dengan gayanya yang khas, Trump blak-blakan bilang AS bakal dukung relokasi permanen warga Gaza.

"AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen," cetus Trump.

Trump juga mengaku heran nih, karena warga Palestina menolak rencana relokasi yang digagas olehnya.

"Saya tidak berpikir orang-orang harus kembali ke Gaza. Mengapa mereka ingin kembali? Tempat itu seperti neraka," ujar Presiden AS itu.

Sebelumnya, Trump udah nyoba nawarin ide buat mindahin warga Palestina ke Yordania dan Mesir, yang notabene adalah teman dekat AS di Timur Tengah.

Tapi siapa sangka, ide ini malah dapat penolakan keras dari Raja Yordania Abdullah II pas mereka ketemu di Gedung Putih, 12 Februari 2025.

Baca Juga: Masa Depan Gaza di Tangan Trump? Ini Rencana Besarnya Setelah Bertemu Netanyahu

Yordania Berada di Pihak Warga Gaza, Palestina

Dilansir dari Al Jazeera, Raja Yordania, Abdullah II, tegas menolak ide Trump soal relokasi warga Gaza.

"Saya menegaskan kembali posisi teguh Yordania terhadap penolakan pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah posisi Arab yang bersatu," tegas Raja Abdullah II setelah pertemuan dengan Trump.

Raja Abdullah II juga menekankan kalo yang harusnya jadi prioritas itu membangun ulang Gaza tanpa menggusur warganya.

Pembangunan ulang itu juga harus bertujuan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang lagi terjadi di sana.

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: Al Jazeera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X