Suhu Global Makin Panas di Januari 2025, Termasuk Indonesia, Bikin Ilmuwan Bingung, Ada Apa?

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Selasa, 11 Februari 2025 | 10:32 WIB
Suhu panas pada Januari disebut jadi tanda kiamat.  (freepik.com/wirestock)
Suhu panas pada Januari disebut jadi tanda kiamat. (freepik.com/wirestock)

Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Di tengah fenomena La Nina yang harusnya bikin suhu kawasan Pasifik Tropis turun, yang terjadi justru sebaliknya.

Suhu global malah terus naik dan membuat serangkaian rekor baru.

Copernicus Climate Change Service, lembaga milik Uni Eropa yang fokus ngawasin kondisi Bumi, baru aja ngasih tau kalau Januari 2025 itu bulan terpanas sepanjang sejarah pencatatan suhu!

Bayangin aja, suhu naik sampai 1,75°C dibanding jaman sebelum revolusi industri.

Samantha Burgess dari European Centre for Medium-Range Weather Forecast udah bilang tentang hal ini.

"Januari 2025 adalah bulan mengejutkan lainnya, melanjutkan tren suhu ekstrem yang terjadi selama dua tahun terakhir. Copernicus akan terus memantau suhu laut dan dampaknya terhadap perubahan iklim sepanjang tahun 2025," ujarnya.

Kondisi yang nggak biasa ini tentu menimbulkan kebingungan di kalangan ilmuan.

Para Ilmuwan Terkejut dengan Tren Pemanasan: Kok Bisa Ya?

Nah, yang bikin para ilmuwan bingung adalah mereka awalnya mikir suhu bakal turun setelah El Nino mencapai puncaknya di Januari 2024 dan berganti ke La Nina yang harusnya bikin adem.

Tapi kenyataannya? Suhu malah tetep tinggi, bahkan hampir mecahin rekor!

Salah satu ilmuwan iklim di Copernicus, Julien Nicolas, pernah membahas ini di The Guardian.

"Inilah yang cukup mengejutkan, kita tidak melihat efek pendinginan atau setidaknya perlambatan sementara pada suhu global seperti yang diperkirakan sebelumnya," ujarnya.

Yang bikin tambah khawatir, oara ahli bilang kalau setiap kenaikan suhu di atas 1,5°C bisa bikin cuaca ekstrem makin parah.

Mulai dari gelombang panas, hujan lebat, sampai kekeringan. Wah gawat!

Baca Juga: BMKG: Waspada! 3 Bibit Siklon Tropis Ancam Indonesia, Ini Wilayah yang Harus Siaga

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: BMKG, The Guardian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X