Voxyouths.com - Hai, Voxyours! BMKG baru aja kasih peringatan penting nih soal cuaca ekstrem yang bisa aja terjadi di beberapa daerah Indonesia.
Nggak main-main, seminggu terakhir aja udah terjadi hujan yang super lebat sampai ekstrem di berbagai wilayah lho.
Kabar ini disampaikan langsung sama Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
Beliau ngasih himbauan khusus buat kita semua yang tinggal di daerah rawan bencana buat tetap waspada.
"Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem," kata beliau pas konferensi pers BMKG, Sabtu, 1 Februari 2025.
"Tetaplah mengikuti informasi terbaru dari BMKG guna memperkuat langkah antisipasi dan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi," tambahnya.
Nah, buat yang belum tau, menurut BPBD Kabupaten Bogor, bencana hidrometeorologi itu bencana yang disebabin sama aktivitas cuaca kayak siklus air, curah hujan, suhu, angin, sama kelembapan.
Bentuknya bisa macem-macem, mulai dari kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, sampai gelombang panas.
Baca Juga: Mengenal Siklon Tropis: Si Badai Raksasa yang Bisa Bertahan 18 Hari, Begini Faktanya!
Bahaya! Ada 3 Bibit Siklon Tropis di Selatan Indonesia
Masih dalam konferensi pers yang sama, Dwikorita juga ngasih tau kalau BMKG nemuin gangguan atmosfer di selatan Indonesia.
Ada dua bibit siklon tropis nih, namanya 90S sama 99S, yang terlihat di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Banten dan selatan NTB.
Yang bikin deg-degan, kedua bibit siklon ini bisa aja pengaruhin cuaca di daerah pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Meski sekarang sih keduanya udah mulai menjauh dari Indonesia, tapi dalam 2-3 hari ke depan masih mungkin berkembang jadi siklon tropis beneran.
Belum cukup sampai di situ, BMKG juga nemu satu lagi nih, namanya Bibit Siklon Tropis 96P yang ada di Teluk Carpentaria, Australia.
Artikel Terkait
BMKG dan MRT Berkolaborasi Berikan Kenyamanan serta Keamanan Bagi Pengguna
Cuaca Super Ekstrim di 2025: Setelah Salju Pertama, Arab Saudi Kini Dikepung Banjir
TMC Gak Selalu Jadi Solusi! Ini 3 Alasan yang Bikin Teknologi Modifikasi Cuaca Malah Berbahaya