Beliau juga kasih contoh yang lebih familiar: misalnya di daerah penghasil telur, ya proteinnya bisa dari telur. "Tapi mungkin kan bisa juga sekali-kali dengan ikan, sekali-kali daging," tambahnya.
"Mungkin ada orang pusing kalau tidak makan ikan dua hari saja, pasti makan ikan lebih banyak, meskipun juga daging sapi nanti akan kami masak sewaktu-waktu."
Soal potensi pangan daerah, Dadan menekankan kalau menu MBG bakal disesuaiin sama potensi lokal masing-masing daerah. "Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu," katanya.
Baca Juga: Geger! Menu MBG Bikin Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan, Begini Kronologinya
Bahkan soal karbohidrat juga gitu, "Kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung meskipun nasi mungkin diberikan juga."
Yang keren nih, perbedaan menu di tiap daerah ini justru bisa jadi pembelajaran buat para siswa. Menurut Dadan, ini bisa jadi contoh tentang betapa kayanya Indonesia.
"Itu kan keragaman sumber daya lokal yang bagus juga kalau kita mulai terapkan dan memberikan pelajaran kepada anak-anak bahwa keragaman dan kearifan lokal itu baik juga untuk ketahanan pangan di masing-masing daerah," tutupnya.***
Artikel Terkait
Pemerintah Sediakan Alat Kontrasepsi untuk Anak Sekolah di Indonesia? Peraturan? WHY Kok Bisa!
Menu Spesial hingga Ikan Kaleng: Intip Program Makan Gratis Sekolah di Berbagai Daerah
Program Makan Gratis Buat Ibu Hamil dan Balita Resmi Diluncurkan, Apa Bedanya dengan MBG Anak Sekolah?
Baru Dilantik, Donald Trump Putuskan AS Resmi Keluar dari WHO, Ini Alasannya!
Fakta IKN: Jadwal Pindah ASN Ditunda Hingga Banjir di Bandara VVIP, Ini Alasan Lengkapnya!