Solo Bersorak: Peparnas 2024 Mengukir Sejarah Baru Olahraga Disabilitas

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 16:30 WIB
Poster Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024.  ((Instagram.com/@peparnas.id))
Poster Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. ((Instagram.com/@peparnas.id))

Ngomong-ngomong soal prestasi, atlet-atlet kita yang tanding di Paralimpiade 2024 udah bikin nama Indonesia harum di kancah internasional lho.

Yuk kita intip prestasi mereka di Paralimpiade 2024 Paris yang baru selesai tanggal 8 September 2024 kemarin.

Dito ngasih apresiasi tinggi buat prestasi Indonesia di Paralimpiade 2024 Paris. Menurutnya, ini simbol kemajuan dalam pembinaan atlet disabilitas di Indonesia.

"Kita bikin sejarah baru nih. Pencapaian ini bukan cuma yang terbaik sepanjang Indonesia ikut Paralimpiade," kata Dito di Istana Merdeka, Jakarta, tanggal 11 September 2024 lalu.

Tim Merah Putih kita berhasil bawa pulang 4 medali, dengan rincian 1 emas, 8 perak, sama 5 perunggu. Keren kan?

Dito bilang, prestasi ini juga berkat komitmen pemerintah yang bikin Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah.

"Pusat pelatihan ini bakal bikin prestasi atlet paralimpik Indonesia makin jos di masa depan, sekaligus nguatin fondasi pembinaan olahraga disabilitas di negara kita," tegasnya.

Baca Juga: 9 Fakta Mencengangkan Angkat Berat Paralimpiade 2024 yang Bikin Voxyours Terkesima!

Sebenernya, upaya pembinaan olahraga buat penyandang disabilitas udah dimulai dari dulu lho, tepatnya tahun 1972.

Waktu itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI kerja sama sama RS Fatmawati dan KONI buat ngelatih atlet nasional khusus penyandang disabilitas.

Nah, yuk kita liat prestasi olahraga penyandang disabilitas Indonesia dari dulu sampe sekarang:

  • Tahun 1974: Pertama kali dapet medali emas buat jalan cepat 100 meter dan perunggu buat lempar lembing di Milti Disable Games di Inggris.
  • Tahun 1975: Nyabet medali emas buat lari cepat 100 meter, lempar lembing, lompat tinggi, dan renang di FESPIC Games di Jepang.
  • Tahun 1976: Dapet perunggu buat lempar cakram dan lempar lembing di Olimpiade Penyandang Disabilitas sedunia di Kanada.
  • Tahun 1977: Dapet emas dan perak buat lempar lembing dan tolak peluru, plus perak dan perunggu buat loncat tinggi di FESPIC Games II di Australia.
  • Tahun 1979: Dapet emas buat lari cepat 100 meter dan lempar cakram di kejuaraan dunia ISOD Games di Inggris.
  • Tahun 1980: Dapet perunggu buat 'Lawn Bowling' di Arnhem Belanda.
  • Tahun 1990: Dapet emas, perak, dan perunggu buat berbagai cabang Paralympic di Moskow Rusia.
  • Tahun 1993: Dapet perak buat lempar cakram dan tolak peluru di The First International Ex Service Wheelchair Games di London.
  • Tahun 2015: Dapet perunggu di Asean Para Games Singapura.

Baca Juga: Sejarah Para Atletik Paralimpiade: Perjalanan Inspiratif dari Roma 1960 hingga Paris 2024

Prestasi-prestasi ini nggak lepas dari kerja keras para atlet disabilitas yang ikut Training Centre (TC) di Pusrehab Kemhan. Mereka latihan fisik dan teknik buat persiapan tanding di dalam dan luar negeri.

Meski sempet terhenti gara-gara beberapa faktor kayak usia atlet dan regenerasi, Pusrehab Kemhan tetep berusaha buat ngebina atlet disabilitas.

Eh, akhirnya mereka bisa comeback dan dapet medali perunggu di Asean Para Games Singapura tahun 2015 lalu.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: kemenpora, Kemhan.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X