Pas Mei 2020, dua perusahaan ini nego ulang soal pengadaan APD. Eh ternyata, Kemenkes cuma nerima 3.140.200 set APD pada 18 Mei 2020. Lho, kok bisa?
Yang bikin kaget, hasil audit BPKP nemu kerugian negara gede banget, Rp319 miliar!
Makanya tiga tersangka ini kena pasal korupsi, yaitu Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang udah diubah jadi UU Nomor 20 Tahun 2001.
Tersangka Berkelit 'Hanya Juru Bayar'
Tapi nih, si Budi ngeles. Dia bilang cuma jadi "juru bayar" doang. Katanya, harga APD Covid-19 ditentuin sama BNPB.
"Yang menetapkan harga itu bukan saya. Karena saya PPK pengganti," gitu kata Budi pas ditemuin wartawan di Gedung KPK, Jakarta, 26 Juni 2024 lalu.
Baca Juga: KPK Tahan Bupati Sidoarjo: Benteng Moral Generasi Muda Kunci Masa Depan Bebas Korupsi
Budi juga bilang dia gak bisa nolak perintah dari bos Kemenkes buat jadi PPK pengadaan APD Covid-19.
Menurut dia, waktu itu lagi darurat dan barang-barang APD diambil dulu baru ditentuin harganya.
"Yang menetapkan harga bukan saya, yang menunjuk penyedia juga bukan saya, barang itu juga sudah diambil duluan, bukan saya yang ambil," katanya lagi.
Alat Pelindung Diri Covid 19
Nah, sekarang kita bahas dikit tentang standar APD Covid-19 yang bener tuh gimana sih?
Berdasarkan buku panduan 'Manajemen Penanganan Covid-19' yang dibikin Kemenkes tahun 2020, ada beberapa jenis APD yang dipake buat nangani Covid-19 di Indonesia:
- Masker Bedah dan Respirator N95: Buat ngelindungin dari virus, terutama buat tenaga kesehatan.
- Pelindung Mata dan Face Shield: Biar tenaga medis gak kena percikan cairan virus dari pasien.
- Sarung Tangan Pemeriksaan dan Bedah: Buat ngelindungin tangan dari penyebaran infeksi Covid-19.
- Gaun Sekali Pakai: Ngelindungin bagian depan, lengan, dan setengah kaki tenaga kesehatan dari virus.
- Coverall Medis: Buat ngelindungin tenaga kesehatan secara menyeluruh, termasuk kepala, punggung, dan tungkai bawah.
- Sepatu Boot Anti Air dan Penutup Sepatu: Dipake tenaga kesehatan biar gak kena percikan cairan atau darah pasien.
Nah, itu dia cerita lengkap tentang kasus korupsi APD di Kemenkes. Semoga aja kasus kayak gini gak terulang lagi ya, apalagi di tengah situasi darurat kayak pandemi. Stay safe, VoxYours!***
Artikel Terkait
Ramai Isu Ipda Rudy Kena Demosi Usai Bongkar Mafia BBM, Polda NTT Beri Klarifikasi
Mengintip Caleg yang Terpilih Namun Diganti KPU di Kursi DPR 2024, Ada yang Dipecat hingga Terjerat Kasus Pidana
Aksi Bangga Kaesang dan Bobby Sebagai Keluarga ‘Mulyono’ Ungkap Fenomena Politik yang Terjadi di Indonesia
Jaksa Sita Rp 450 Miliar dari Duta Palma Group: Ada Apa Sih?
10 Tahun Jokowi: 521 Infrastruktur Transportasi Dibangun, Antara Kepuasan Publik dan Ancaman Tersembunyi?