Aksi Bangga Kaesang dan Bobby Sebagai Keluarga ‘Mulyono’ Ungkap Fenomena Politik yang Terjadi di Indonesia

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Senin, 30 September 2024 | 21:50 WIB
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024.  ((Instagram.com@bobbynst))
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024. ((Instagram.com@bobbynst))

"Jangan pernah baper, jangan dibawa ke hati. Hari ini lawan besok bisa jadi kawan. Prinsip utama politik ya dapetin untung pribadi dan kelompok. Yep, dapetin kekuasaan dengan cara apapun," gitu ungkapnya.

Adi juga nganggep praktik politik yang terjadi tuh sering brutal dan membabi buta. Menurutnya, semua itu cuma buat keuntungan politik doang.

"Bohong dan ingkar janji tuh udah biasa. Bahkan, ada yang rela ngehabisin partainya sendiri. Semua demi keuntungan politik," tegasnya.

Presiden Jokowi juga pernah ngomong hal yang mirip. Dia nyorotin Pilkada dan Pilpres yang sering dilakuin dengan berbagai cara buat narik perhatian publik.

Baca Juga: Whistleblowing, Senjata Rahasia Memberantas Korupsi: Ini Beda Cara KPK Indonesia dan CPIB Singapura

Jokowi bilang, hal itu kadang bikin publik tersinggung gara-gara beda pilihan politik.

"Meski udah ada Pemilu Presiden 2014 empat tahun lalu, rasa nggak suka dan benci gara-gara beda pilihan politik masih berasa sampe sekarang," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, tanggal 24 Oktober 2018 lalu.

Fenomena 'konflik' yang ngelibatin Kaesang sama Bobby di medsos juga ada hubungannya sama munculnya oligarki modern di Indonesia.

Munculnya Oligarki Modern

Aristoteles jelasin, oligarki itu kekuasaan yang dipegang sama segelintir orang dan dia nganggep itu sebagai bentuk pemerintahan yang buruk.

Munculnya oligarki modern di Indonesia terjadi selama perluasan kapitalisme pasar di bawah pemerintah otoriter Soeharto dari tahun 1966-1998.

Pas jaman Soeharto, jalan buat aliansi birokrat kuat dan bisnis gede buat ngumpulin kekayaan dan kekuasaan jadi kebuka lebar.

Salah satu hal dari munculnya oligarki yang disorot aktivis dan akademisi di Indonesia, karena dianggap udah ngelemahinin perlawanan Indonesia terhadap korupsi.

Baca Juga: Mantan Menhub Tersandung Kasus Suap: Begini Cara Singapura Berantas Korupsi

Makanya, hadirnya reformasi dirancang buat ngelawan korupsi di Indonesia, dengan ngangkat Presiden SBY karena janjinya mau ngelawan korupsi dan suap.

Sekarang, orde reformasi udah ngasilin pembentukan lembaga yang diharapkan bisa ngebebasin Indonesia dari korupsi.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: setkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X