VoxYouths.Com - Bea Cukai lagi sibuk nih VoxYours, mereka ngadain operasi yang namanya Operasi Gempur 2024.
Operasinya berlangsung dari tanggal 5 sampai 31 Juli 2024.
Jadi gini, operasi ini tuh fokusnya ngawasin Barang Kena Cukai (BKC), terutama rokok ilegal.
Semua unit Bea Cukai ikutan dalam operasi ini, mereka ngecek dari tempat produksi sampai ke tempat jualan.
Baca Juga: Ayah Angkat Predator, Ini Ancaman Pidana dalam UU Perlindungan Anak
Nah, Encep Dudi Ginanjar, yang jadi Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, bilang kalau operasi ini tujuannya buat memberantas peredaran rokok ilegal di Indonesia.
Dia juga bilang kalau operasi ini sebenernya udah rutin dilakuin Bea Cukai sepanjang tahun, cuma kali ini lebih intens aja.
Baru-baru ini nih, tepatnya Kamis, 12 September 2024, Bea Cukai kasih tau hasil operasi mereka di Pontianak.
Syaefudin, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Pontianak, cerita kalau mereka udah nindak 46 kasus.
Barang buktinya? Rokok ilegal sebanyak 375.448 batang! Nilai barangnya diperkirain mencapai Rp504 juta, dan negara bisa rugi sampai Rp271 juta gara-gara ini.
Baca Juga: Susu Ikan vs Susu Sapi: Pertarungan Nutrisi di Balik Program Makan Gratis Prabowo-Gibran
Terus, apa sih sebenernya fungsi cukai buat rokok di Indonesia?
Jadi gini, cukai itu semacam pungutan negara yang dikenain ke barang-barang tertentu.
Fungsinya buat ngatur, ngendaliin, atau mbatasin peredaran barang kena cukai, sekaligus ngasih pemasukan buat negara.
Nah, rokok termasuk barang yang kena cukai. Jadi produsen rokok wajib bayar pajak, yang disebut cukai rokok. Ini udah diatur di undang-undang lho.
Artikel Terkait
Rumah Bustami Hamzah Cagub Aceh Diserang Granat? Apa yang Terjadi?
Kontroversi di Balik Kepemimpinan Moon Jae-in: Dari Nepotisme Hingga Penanganan Pandemi
Faisal Basri Sakit Apa? Ternyata Ini Penyakit yang Merengut Sang Ekonom Kritis Hingga Berpulang
9 Fakta Menarik Anggar Kursi Roda Paralimpiade Paris 2024: Biar Kamu Tau Sebelum Nonton!
Ramai Isu Ipda Rudy Kena Demosi Usai Bongkar Mafia BBM, Polda NTT Beri Klarifikasi