Bagaimana tidak? sebuah kacamata mampu merubah hidupnya yang menyenangkan menjadi seakan-akan tak berharga.
ia menjadi bulan-bulanan teman-temannya, mungkin bagi sebagian orang itu dianggap kenakalan anak kecil biasa.
Namun bagi korban cukup membuatnya sangat-sangat menderita berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun.
Namun ternyata Rio bisa Survive pada saat ia duduk di bangku SMA, ketika ia tidak bisa mengekspresikan perasaannya di sekolah.
Ia mulai mencoba hal-hal baru yaitu terjun ke dunia modeling, yang mana pada saat itu ia sempat ikut lomba Mojang Jajaka, teman-temannya bahkan tidak mengira.
Bahwa orang paling pendiam di kelas, ternyata diluar adalah orang yang hebat dan memiliki talenta yang tidak semua orang miliki.
Setelah ia masuk ke dunia profesional disanalah ia mulai belajar mengenal berbagai macam karakter orang.
Krisis identitas yang dialaminya membuat Rio mencoba berbagai hal profesi yang dirasa ia mampu.
Salah satunya menjadi penyiar radio, menjadi pembawa acara berita, menjadi reporter dan jurnalis berita dan masih banyak lagi hal yang ia coba.
Hingga ia sadar dalam setiap profesi yang dia ambil ada proses dan perjuangan yang harus ia lewati hingga Covid-19 melanda.
Zona Nyaman yang ia rasakan selama ini harus terhenti dan disinilah ia mulai memikirkan untuk keluar dari Zona Nyaman.
Yaitu mulai membuat konten, dengan basicnya yang kuliah di jurusan Jurnalistik cukup membekalinya dalam membuat dan mencari angle-angle konten.
setelah melewati banyak fase mencari jati diri, Rio sadar bahwa Lingkungan menentukan segalanya.
Rio ingin memberikan dampak positif dan solusi yang tepat bagi mereka yang sedang berada di kondisi yang sama.
Karena menurutnya mungkin setiap orang memiliki masalahnya sendiri namun belum tentu mampu mendapatkan solusinya.
Artikel Terkait
VoxYours Wajib Hadir !! Kajian Ramadhan : SILATURAHMEET! Memilih Untuk Pulih : Bersama 4 Influencer Menemukan Makna Kehidupan di Bulan Ramadhan