Karena dengan kita memberikan ruang pada emosi yang kita rasakan, saat marah ya marah, saat sedih ya sedih dan saat senang ya senang.
Hal tersebut akan lebih meringankan beban dan juga mengurangi stress.
Sehingga mereka yang bisa mengatur emosinya dengan baik, tanpa denial yang berlebihan, akan segera menemukan kedamaian.
Tak hanya Lena, dalam webinar ini dilanjutkan oleh Zia Ulhaq sebagai pembicara dua.
Zia mengalami peristiwa yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, pada saat itu di umurnya yang baru 5 tahun menghadapi bencana paling besar yaitu Tsunami Aceh 2004.
Kala itu tiba-tiba gempa terjadi beberapa kali dan terdengar teriakan warga sekitar "Air-Air" sambil berlarian.
Zia kecil dan keluarga pun turut berlari dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi untuk mengamankan diri.
Setelah di aman Zia Kecil dan keluarga menyusuri jalan arah ke rumah mereka dan melihat banyak mayat yang tergeletak di sana.
Akhirnya Zia Kecil dan keluarga pindah ke Medan, namun saat tinggal di Medan Zia mengalami musibah lagi, yaitu kena banjir, sehingga mau tidak mau ia kembali ke Aceh.
Pada saat itu terjadi Zia mengalami shock berat, dalam pikirannya ia bertanya-tanya apa ini, mengapa dia mengalami hal ini?
Pikirannya sangat berkecamuk dan bingung atas hal apa yang terjadi pada dirinya dan keluarga.
Dia sedih saat pembagian raport sekolah, dimana itu seharusnya menjadi momen paling indah antar orang tua dan anak, namun bagi Zia tidak.
Banyak pikiran-pikiran negatif terus masuk kedalam kepalanya hingga di satu moment ia tidak bisa lagi menampung kegilaan isi kepalanya.
Dalam webinar Zia mengatakan " Tidak semua hal bisa diceritakan ke orang, tapi bisa dikeluarkan dengan cara menulis, meskipun itu hal-hal kecil" ungkapnya.
Artikel Terkait
VoxYours Wajib Hadir !! Kajian Ramadhan : SILATURAHMEET! Memilih Untuk Pulih : Bersama 4 Influencer Menemukan Makna Kehidupan di Bulan Ramadhan