Setelah Zia mengalami kesadaran yang utuh, ia mulai berani bangkit dari keterpurukannya, mulai bisa terbuka meskipun hanya lewat tulisan.
Setelah dewasa di Tahun 2023 Zia mengeluarkan buku dengan judul "Jangan di Pendam Sini Cerita Dulu"
Karena menurutnya "Overthinking jika diabaikan akan nyata dan terasa dampaknya" sehingga perlu disalurkan ke arah yang positif.
Tak lama Zia bertemu Rio Ramadhan sebagai tempat belajar membuat konten, kini Zia Aktif membuat konten dengan mengambil issue Self Development.
Cerita Lena dan Zia ini cukup menginspirasi bagaimana mereka bangun dari trauma dan rasa sakit yang mereka terima dari lingkungan sekitar.
Lalu mereka ubah dengan hal-hal yang positif yang mereka sendiri tidak mau ada orang lain yang merasakan apa yang mereka rasakan yaitu kebingungan sendirian.
Sehingga menjadi Content Creator adalah langkah yang paling tepat untuk membantu mereka merasakan apa yang mereka rasakan.
Serta membantu mewakili perasaan mereka yang tidak bisa dikatakan dan memberikan solusi agar mudah menguraikan emosi dan pikiran negatif ke arah positif.
Pembicara terakhir pada webinar ini adalah Rio Ramadhan.
Pada masa kecilnya ia merasa terabaikan oleh orang tuanya yang sibuk bekerja, sehingga ia menjadi sosok anak yang nakal dan senang main game.
Namun hal mengejutkan terjadi saat matanya mengalami kerusakan sehingga harus menggunakan kacamata, disinilah awal penderitaan Rio dimulai.
Rio menceritakan sejak menggunakan kacamata ia di bully oleh teman-temannya, yang mana pada zaman itu orang yang berkacamata dinilai sebagai orang "Idiots"
Setiap hari ia mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya sehingga yang awalnya ia adalah sosok yang asik menjadi sosok yang pendiam.
Kekerasan verbal yang ia terima terus terngiang-ngiang di telinganya membuat ia merasa insecure dan tak percaya diri.
Artikel Terkait
VoxYours Wajib Hadir !! Kajian Ramadhan : SILATURAHMEET! Memilih Untuk Pulih : Bersama 4 Influencer Menemukan Makna Kehidupan di Bulan Ramadhan