Gangguan pada kesehatan warga juga mulai dikhawatirkan karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Bangun pagi kaget banget batuk-batuk sesak, lihat ke luar kayak gini. Langsung tutup jendela. Takut banget kena ISPA,” tulis akun @soulwander_ind pada Rabu, 19 Agustus 2026.
“Kondisi Kalimantan saat ini. Asap tebal akibat ribuan titik api karhutla bukan lagi soal jarak pandang, tapi ancaman kesehatan serius bagi warga,” tulis akun @nanadongezz pada hari yang sama.
BMKG: Kualitas Udara Banjarbaru Berbahaya
Adapun menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara di Kota Banjarbaru pada Rabu, 19 Agustus 2026 memang berada dalam kategori berbahaya atau tidak sehat.
“Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA dan masuk kategori Berbahaya, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik dalam keterangannya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
BMKG mengimbau agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker medis N95 atau KN95 saat beraktivitas.
“Gunakan masker, menjaga imunitas dengan pola hidup sehat, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang bisa memperburuk kualitas udara,” tandasnya.
***