VOXYOUTHS.COM - Hai, Voxyours! Kabar terbaru dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bikin kita geleng-geleng kepala lagi.
KPK baru saja ungkap informasi soal dugaan korupsi baru yang berkaitan dengan pengangkutan bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memperkirakan kerugian negara bisa mencapai Rp200 miliar.
Tapi dia juga bilang kalau angka ini masih bersifat sementara, jadi kemungkinan besar bisa bertambah lagi.
"Penghitungan awal oleh penyidik terkait dugaan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp200 miliar," kata Budi kepada awak media di Jakarta, pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Budi juga menjelaskan, kalau tim penyidik masih mendalami perhitungan yang lebih detail untuk memastikan total kerugian negara yang sebenarnya.
Sampai saat ini, KPK belum membeberkan metode apa yang dipakai dalam proses audit tersebut.
Baca Juga: BLBI BCA: Bagaimana Negara Bisa Rugi Rp87 Triliun dari Penjualan Saham?
Nama Besar yang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bansos Kemensos
KPK resmi mulai penyidikan kasus dugaan korupsi distribusi bansos ini sejak 13 Agustus 2025.
Walau sudah menetapkan tersangka, tapi identitas orang-orang yang terlibat masih dirahasiakan.
Salah satu nama besar yang keseret dalam kasus ini adalah pengusaha sekaligus kakak dari taipan Hary Tanoesoedibjo, yaitu Rudy Tanoesoedibjo.
Budi menuturkan kalau Rudy bersama tiga orang lainnya sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh KPK.
"Pencegahan dilakukan agar pihak-pihak yang berkaitan tidak melarikan diri dan tetap kooperatif dalam penyidikan," jelasnya.
KPK menegaskan kalau kasus pengangkutan bansos ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi di Kemensos sebelumnya.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Terbaru: 9 Saksi Minta Penundaan Pemeriksaan Polisi 2025
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi: Royalti Lagu Indonesia Raya Sedang Dikaji Bersama Kemenkum
Anwar BAB Bagikan Momen Terakhir dengan Mpok Alpa, Janji Kebaya Pink yang Tak Bisa Ditepati
Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun 720 Miliar: Kisah Cirebon Wreck yang Menghebohkan